• KANAL BERITA

Arief, Riza, Abunafi atau Gunawan S Parji?

Pilkada Blora

KANDIDAT: Para kandidat di pilkada Blora, Arief Rohman (kiri atas), Abunafi (kanan atas), Riza Yudha (kiri bawah) dan Gunawan S Parji (kanan bawah). (suaramerdeka.com / dok)
KANDIDAT: Para kandidat di pilkada Blora, Arief Rohman (kiri atas), Abunafi (kanan atas), Riza Yudha (kiri bawah) dan Gunawan S Parji (kanan bawah). (suaramerdeka.com / dok)

TANPA mengesampingkan peluang nama lain yang bakal maju di Pilbup Blora 2020 mendatang, khalayak di Blora mulai menghitung-hitung peluang empat nama yang diperkirakan akan "bertarung". Sebut saja Arief Rohman, Riza Yudha, Abunafi atau Gunawan S. Parji?

''Informasi terakhir ada muncul nama Ichwan Sudrajat, salah satu pejabat di Pemprov Jawa Tengah dan pernah menjadi Pj Bupati Blora. Nama yang satu ini juga mempunyai kans meramaikan Pilbup Blora, misal diusung Nasdem berkoalisi dengan partai lain yang minimal mempunyai dua kursi di DPRD Blora,'' ungkap Sumantri salah satu pewarta di Blora.

Menurutnya, semua masih bisa saja terjadi di Pilbup Blora yang sesuai jadwal akan dimulai pada pertengahan Juni 2020 mendatang. Dia mengatakan, kalau berbicara soal kereta, yang sudah paling aman adalah PDI-P di mana mempunyai sembilan kursi di DPRD sehingga tidak perlu berkoalisi dengan partai lain untuk mengusung pasangan calon.

Demikian juga PKB, yang memperoleh delapan kursi, sehingga misal dalam kondisi emergency pun, cukup berkoalisi dengan Perindo yang mempunyai satu kursi di DPRD akan selesai. Besar kemungkinan PKB akan mengusung Arief Rohman yang saat ini menjabat Wakil Bupati Blora. ''Tinggal pasangannya siapa? Keluarga pendapa Bupati Blora, H. Djoko Nugroho atau sosok lain," tambah Sumantri.

Hingga saat ini masih dalam posisi semula, yakni kemungkinan besar pasangan H. Arief Rohman adalah dari pendapa. Disebut-sebut Judhan Satrio Nugroho, anak Sulung Bupati Djoko Nugroho. Namun tidak menutup kemungkinan, akan muncul nama lain yang masih ada hubungan keluarga pendapa. ''Saya masih mengalir saja Mas,'' ungkap Arief Rohman ketika disinggung pencalonannya di Pilbup Blora 2020 mendatang.

Rekomendasi PDIP

Sementara itu, berbicara siapa yang bakal direkomendasi PDIP dari sejumlah nama yang melamar ke partai berlambang Banteng moncong putih itu, hal ini yang ditunggu-tunggu oleh sejumlah pihak di Blora.

Seperti diketahui, sebagai pemenang Pemilu legislatif kemarin, PDIP "dibanjiri" pelamar yang akan mencalonkan diri di Pemilukada Blora. Sebut saja, H.Edy Harsono, H. Abunafi, Ir. H Bambang Susilo, H Purwanto dan sejumlah nama lain, termasuk Riza Yudha, kader PDIP Jakarta juga ikut mendaftar.

Riza Yudha disebut-sebut mempunyai peluang besar untuk memperoleh rekomendasi dari DPP PDI-P. Dia yang asli Blora menyatakan  ingin ikut membangun tanah kelahirannya. Orang tuanya, sejumlah keluarga besarnya juga asli Blora. Selain itu Riza juga kader PDIP.

Dari data yang ada, Riza Yudha, termasuk kader muda PDI Perjuangan yang sukses meniti karier politiknya. Dimulai dari staf ahli politisi PDIP yang sangat berpengaruh, Arya Bima, berhasil mengantarkan alumnus Universitas Gajah Mada itu menjadi salah satu Asisten Staf Khusus Kepresidenan Bidang Politik di bawah Presiden Joko Widodo, sejak tahun 2016.

Pemuda yang satu angkatan dengan Wakil Bupati Blora, Arief Rohman MSi itu tampaknya  ingin kembali ke Blora, untuk membangun Blora lebih baik lagi apabila terpilih nantinya. Berpedoman bahwa PDIP akan realistis dalam menurunkan rekomendasi, salah satu parameternya adalah hasil survey, sulit tampaknya untuk mengira-ngira siapa kelak yang akan menjadi calon Wakil Bupati jika rekomendasi jatuh ke Riza Yudha.

Lagi-lagi semuanya bisa saja terjadi, meski jika dilogika juga sulit bisa terjadi. Ada pihak yang berandai, kalau saja PDI-P mau dan menerima menempatkan kadernya sebagai calon Wakil Bupati, sebuah upaya untuk menempatkan kadernya di eksekutif akan mulus.

"Kongkritnya PDIP berkoalisi dengan PKB, di mana calon Bupatinya dari PKB sementara calon Wakil Bupatinya dari PDIP semuanya akan "selesai", dan ini mungkin yang cukup realistis toh untuk Ketua DPRD juga sudah dipegang PDIP,'' ujar Jalmo, salah satu pengamat yang juga kader.

Reka-reka ini jika di logika tampaknya juga sulit. Pertanyaannya, apakah PDIP sebagai pemenang pemilu lantas mau hanya menempatkan kadernya untuk posisi calon Wakil Bupati?

Kembali diprediksi awal, yakni jika nanti pasangan Arief Rohman dan Judhan Satrio Nugroho benar-benar terwujud, tampaknya menjadi pasangan "maut" di Pilbup Blora nantinya. Rasan-rasan munculnya pasangan H. Arief Rohman dan Judhan Satrio Nugroho memang terus mengerucut.

Bupati Blora, Djoko Nugroho juga sudah pernah menyatakan, pihaknya akan berusaha mendorong salah satu putranya yang bernama Judan Satriyo untuk maju dalam Pilkada 2020 ke depan. Untuk persoalan ini, lagi-lagi H Arief Rohman hingga saat ini masih terus merendah terkait keikutsertaanya di Pilbup mendatang. Dia mengatakan mengalir saja, menunggu dawuh dari para Kyai, para sepuh dan melihat apa yang dimau rakyat Blora.

Dari kondisi yang ada hingga saat ini, dapat disimpulkan sementara ada 4 nama yang berkans besar akan "bertarung" di Pilbup Blora. Arief, Riza, Abu Nafi dan Gunawan S Parji.

Kepada Suara Merdeka, Abunafi menandaskan bahwa pihaknya sudah pasti akan maju. Sementara itu Gunawan S Parji, laki-laki asli Cepu, yang saat ini berkarir menjadi Hakim Perpajakan di Jakarta, menunjukan keseriusannya untuk maju di Pilkada Blora tahun 2020. Dia telah mendaftar di Gerindra dan belakangan juga mendaftar di PKS.


(Urip Daryanto/CN26/SM Network)