• KANAL BERITA

Bonus Demografi Bisa Jadi Emas atau Bencana

Foto: istimewa
Foto: istimewa

DENPASAR, suaramerdeka.com - Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi menerangkan, bonus demografi bisa menjadi emas untuk melompat. Namun, bisa menjadi bencana jika kita tidak mampu mengelolanya. Saat ini kita hidup di lingkungan global yang dinamis. Situasi dunia yang tidak pasti, bahkan perkiraan dari lembaga internasional, kita akan menuju situasi yang lebih sulit. Sudah ada negara yang terkena diskresi.

Belum lagi revolusi industri 4.0, yang selalu memberikan kejutan dan mengalami disrupsi yang selalu jauh dari perhitungan kita. Persaingan negara semakin sengit dan perang dagang semakin memanas.  "Antar negara berebut investasi, pasar, tekonologi, bahkan berebut talenta-talenta hebat. Dengan tantangan besar yang kita hadapi, kita menggerakkan langkah kita untuk bergerak. Tidak boleh menyurutkan langkah menuju Indonesia maju,"ujarnya.

Di tahun 2045, Budi menegaskan Indonesia tidak ingin jadi negara berkembang. Keluar dari jebakan sebagai negara yang berpendapatan menengah. Menjadi negara yang masuk lima besar ekonomi dunia, dengan kemiskinan mendekati 0 persen.

"Itu target yang ingin kita kejar dengan kerja keras dan produktif. Namun, kami juga tekankan kecepatan mewujudkan visi Indonesia sebagai Indonesia maju. Kita tidak hanya ditentukan oleh presiden dan para menteri. Tetapi, juga gerak langkah kita semua, seluruh anak bangsa, termasuk Kagama,"jelas Budi.

Karena itu, untuk menuju Indonesia maju, harus betul-betul satu langkah, satu irama, maju bersama. Tidak mungkin, salah satu beralih, yang lain jalan di tempat. "Saya berpesan pada Kagama di mana pun berada untuk menjadi garda terdepan dalam menggalang sinergi untuk Indonesia maju. Dalam hal ini dibutuhkan sinergi dan kolaborasi. Kita tidak boleh lagi berjalan sendiri-sendiri," pungkasnya.


(Arif M Iqbal /CN26/SM Network)