• KANAL BERITA

PDI Perjuangan Jateng Tekankan Pentingnya Karakter

Sekretaris Bambang Kusriyanto bersama Bendahara DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah Agustina Wilujeng menyerahkan penghargaan kepada Dalang Ki Manteb Sudarsono sesaat sebelum pagelaran wayang kulit "Bima Bangkit" di Lapangan Pancasila Simpang Lima Semarang, Sabtu (16/11) malam. (Puthut Ami Luhur)
Sekretaris Bambang Kusriyanto bersama Bendahara DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah Agustina Wilujeng menyerahkan penghargaan kepada Dalang Ki Manteb Sudarsono sesaat sebelum pagelaran wayang kulit "Bima Bangkit" di Lapangan Pancasila Simpang Lima Semarang, Sabtu (16/11) malam. (Puthut Ami Luhur)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Sebagai penghargaan jasa pelestari budaya Indonesia, PDI Perjuangan memberikan penghargaan kepada pegiat kebudayaan yang telah melestarikan wayang. Berkat jasa mereka, budaya Indonesia tersebut diakui dunia internasional.

“Jerih payah mereka kami hargai karena tanpa mereka mungkin kepunahan wayang berlangsung lebih cepat,” kata Ketua DPD PDI Perjuangan Jateng Bambang Wuryanto disela Pagelaran Wayang dengan lakon "Bima Bangkit" di Lapangan Pancasila Simpanglima Semarang, Sabtu (16/11) malam.

Wayang menurut pria yang akrab disapa Bambang Pacul itu, merupakan orkestra yang luar biasa dengan gamelan dari logam yang sudah tercipta sejak berabad-abad lalu. Pewayangan merupakan contoh karakter orang yang pada hari ini sudah mulai terkikis. 

"Hari ini sudah tidak terlalu banyak kenal karakter. Saat ini lebih yang sifatnya praktis, hal-hal yang pragmatis,” tambahnya.

Menurut Bambang Pacul, saat ini banyak orang sudah tidak peduli lagi dengan dunia wayang. Banyak yang tak berminat menonton wayang akibat gempuran budaya asing dan dampak perkembangan teknologi. 

"Sangat sedikit orang yang masih mau nonton pagelaran wayang sampai semalam suntuk," tuturnya.

Dengan pagelaran wayang, pihaknya ingin menciptakan awareness, kesadaran kembali bahwa kita punya warisan budaya yang hebat dan diakui dunia. Bahkan kalau ditelisik lebih ke dalam, wayang bisa menjadi way of life. 

“Bung Karno pernah mengatakan jangan bangun apapun sebelum karakternya terbangun,” tambahnya.

PDI Perjuangan Jateng pada kesempatan yang sama juga menggelar wayang kulit, menampilkan dalang kondang Ki Manteb Soedharsono tersebut digelar DPD PDI Perjuangan Jateng. 

Dalam acara itu, PDI Perjuangan juga memberikan penghargaan kepada tujuh pegiat wayang dan delapan lembaga pelestari budaya wayang diberi penghargaan. Penghargaan diberikan karena dedikasi mereka dalam melestarikan wayang yang saat ini sudah diakui sebagai budaya dunia oleh UNESCO.

Ketujuh orang yang mendapat penghargaan adalah Nyi Ngatirah (Semarang), Ki Sunarno (Semarang), Ki Suradji Hadi Kusumo (Semarang), Ki Noto Carito (Klaten), Reso Wiguno Dakir (Sukoharjo), Ki Manteb Soedharsono (Karanganyar), dan Heru Sudjarwo (Banyumas). Sedang kedelapan lembaga adalah Ngesti Pandawa (Semarang), Puji Langgeng (Semarang), Sanggar Sarotomo (Karanganyar), Suko Raras (Semarang), Teater Lingkar (Semarang), Sri Wedari (Semarang), Sobokarti (Semarang) dan Pepadi (Jawa Tengah).

Ketua Panitia Peringatan Hari Wayang Nasional DPD PDI Perjuangan Jateng Sumanto mengatakan, lakon "Bima Bangkit" yang dibawakan merupakan representasi dari Ksatria yang bisa merangkul semua komponen bangsa.


(Puthut Ami Luhur/CN34/SM Network)