• KANAL BERITA

1.000 Kopontren Berpeluang Mendapat Pembiayaan Bank

foto: suaramerdeka/dok
foto: suaramerdeka/dok

JAKARTA, suaramerdeka.com - Serikat Ekonomi Pesantren (SEP)  menyebut 1.000 koperasi pondok pesantren (Kopontren) di Jawa Barat berpeluang mendapat pembiayaan dari pemerintah dan lembaga perbankan, sehingga koperasi di lingkungan pondok pesantren itu bakal maju dan berkembang.

Ketua Umum SEP  Jawa Barat, Aka Bonanza mengatakan peluang pembiayaan itu terbuka setelah 1.000 kopontren memiliki badan hukum koperasi, sehingga dapat mengikuti program pemerintah khususnya dari aspek pembiayaan.

Dengan begitu kopontren di Jawa Barat akan semakin dikenal oleh masyarakat melalui produk-produk unggulannya, mengingat, saat ini, banyak Kopontren mampu memproduksi produk-produk berkualitas mulai dari makanan minuman hingga fashion.

Menurut Aka, selama ini, kopontren masih dianggap sebelah mata oleh lembaga keuangan seperti perbankan ketika mengajukan pembiayaan atau kredit, seperti pengajuan ke perbankan tidak memiliki jaminan untuk pengajuan kredit. Akibatnya usaha dari kopontren seolah jalan di tempat

"Saat ini kita masih sangat awam soal pembiayaan makanya kita perlu edukasi dulu supaya ada lembaganya. Kan akses pembiayaan belum bisa karena LPDB (Lembaga Pengelola Dana Bergulir) harus melalui koperasi. Makanya kalau udah punya badan usaha kita harap nanti mudah untuk akses pembiayaan," ujar Aka.

Menyinggung pembentukan koperasi induk yang membawahi 1.000 kopontren di Jawa Barat, Aka menyatakan saat ini sedang berproses. Untuk pembentukan koperasi induk lebih mudah dan cepat, pasalnya syaratnya tidak terlalu kompleks.

Setidaknya tiga koperasi siap dijadikan koperasi induk yaitu Koperasi dari Pondok Pesantren Daarut Tauhid, Koperasi dari Pondok Pesantren Tarekat Al-Idrisiyyah dan koperasi dari Pondok Pesantren Ittifak.

"Untuk pembentukan koperasi induknya nanti awal tahun, kan hanya butuh 3 koperasi aja, ini yang akan jadi induk koperasi pesantren nanti," kata Aka.


(Budi Nugraha/CN34/SM Network)