• KANAL BERITA

Start Up Coop Dorong Milenial Masuk Koperasi

foto: suaramerdeka.com/Budi Nugraha
foto: suaramerdeka.com/Budi Nugraha

JAKARTA, suaramerdeka.com - Indonesian Consortium For Cooperative Innovation (ICCI) menyatakan konsen pada perkembangan perkoperasian di Indonesia. Untuk itu, pihaknya menawarkan konsep start up coop dan koperasi platform sebagai solusi inovatif pengembangan koperasi dan UKM secara modern.

“Kami silaturahmi dengan Pak Menteri untuk menyampaikan beberapa rekomendasi serta insight terkait dengan modernisasi koperasi secara umum,” kata Ketua Komite ICCI, Firdaus Putra, usai bertemu Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki di Kantor Kementerian Koperasi dan UKM Jakarta, kemarin.

Firdaus Putra menegaskan, ICCI adalah lembaga yang memiliki komitmen dan peduli pada perkembangan perkoperasian di Indonesia. ICC menyampaikan kepada Teten Masduki bahwa milenial perlu dirangkul terutama para start up dan para jenius kreatif anak bangsa untuk terjun ke dalam gerakan koperasi.

“Caranya lewat start up coop. Modeling sudah kami laksanakan dua tahun terakhir dan kemudian hari ini mulai terlihat polanya seperti misalnya salah satu tenant kami di Purwokerto kemudian ada di Lampung, Kudus, Bali, dan provinsi lain,” katanya.

Dengan cara begitu, kata Firdaus, milenial-milenial bisa masuk ke gerakan koperasi secara jangka panjang sekaligus juga meregenerasi koperasi. Sehingga wajahnya lebih “fresh” dan muda.

Bersama jajarannya, pihaknya menyampaikan beberapa poin di antaranya koperasi-koperasi eksisting dinilai perlu terutama yang sektor keuangan bergerak ke arah teknologi finansial.

“Ini agar koperasi tidak ketinggalan zaman dan bisa merespons kebutuhan anggota hari ini dengan cepat. Koperasi-koperasi harus sudah hadir di ponsel anggotanya masing-masing untuk layanan-layanannya entah itu yang paling sederhana cek saldo kemudian sudah transaksi keuangan,” katanya.

“Karena SDM koperasi hari ini mengalami sindrom penuaan rata-rata 60-70 persen ini sudah old yang membuat juga yang muda-muda antipati, dan menganggap koperasi sebagai gerakan jadul. Start up coop ini menjadi salah satu wadah yang menarik untuk diperkenalkan kepada mereka,” kata Firdaus.


(Budi Nugraha/CN40/SM Network)