• KANAL BERITA

Warga Terdampak Tol Akan Terima Ganti Untung

Foto Istimewa
Foto Istimewa

SLEMAN, suaramerdeka.com - Bupati Sleman Sri Purnomo menyatakan siap mendukung rencana pembangunan jalan tol Yogyakarta-Solo dan Yogyakarta-Bawen. Dia pun berharap masyarakat dapat menerima keputusan itu.

Soal penggantian materi, ditegaskan oleh Sri, warga terdampak nantinya akan menerima ganti untung. Tanah dan bangunan serta tumbuhan yang ada diatas lahan terdampak akan dihitung nilainya oleh tim independen. Pemerintah pusat juga telah memetakan wilayah yang terkena dampak proyek tol.

"Prinsipnya adalah ganti untung.  Dalam hal ini pun tidak ada penekanan kepada masyarakat," kata Sri, kemarin. 

Gubernur DIY sendiri memiliki kebijakan supaya pembangunan tol tidak banyak menerjang kawasan pemukiman. Salah satunya dengan menggunakan sistem elevated atau tol melayang. 

Terkait rest area tol, Sri mengatakan investasi rencananya dari Pemda DIY. "Dimanapun lokasi rest area nantinya mudah-mudahan memberi kemanfaatan terutama bagi pelaku UKM," kata Sri.

Jalur tol yang melintasi wilayah Sleman akan dilengkapi 6 titik entry exit yakni di Purwomartani, Maguwoharjo Depok, UPN, Monjali, Trihanggo Gamping, dan Westlake (Tirtoadi). Pada masing-masing pintu keluar dan masuk itu akan diberi tanda arah menuju objek wisata. Harapannya, pengguna tol akan singgah untuk berkunjung ke objek wisata yang ada di Sleman.

Sementara itu, Kasubbid Pertanahan dan Penataan Ruang Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sleman Dona Saputra Ginting mengatakan, dalam penetapan rest area, Pemkab akan mengikuti dari Pemda DIY. Namun usulan awal adalah menggunakan tanah kas milik pemerintah Desa Purwomartani, Kecamatan Kalasan. 

"Itu usulan awal dulu sebelum penetapan. Kami belum berani berspekulasi tentang usulan rest area tapi yang perlu ditekankan adalah Pemkab Sleman akan mengikuti arahan dari Pemda DIY," tutupya.


(Amelia Hapsari/CN19/SM Network)