• KANAL BERITA

Cek Ijazah di ISI Jogja, Cukup Klik Domesem 

PANTAU APLIKASI: Tri Purnomo, S.Sn dan rekannya Tri Eni Yuli Astanti, dua pegawai Institut Seni Indonesia (ISI Yogyakarta tengah memantau aplikasi Domesem atau singkatan dari Dokumen Manajemen Sistem dan Portal Ijazah di ruang kerjanya, kemarin (Foto suaramerdeka.com/dok)  ----
PANTAU APLIKASI: Tri Purnomo, S.Sn dan rekannya Tri Eni Yuli Astanti, dua pegawai Institut Seni Indonesia (ISI Yogyakarta tengah memantau aplikasi Domesem atau singkatan dari Dokumen Manajemen Sistem dan Portal Ijazah di ruang kerjanya, kemarin (Foto suaramerdeka.com/dok) ----

KEMAJUAN zaman yang diikuti perkembangan teknologi tak bisa dihindari dan dicegah. Tentu dengan cara pemanfaatannya di berbagai sektor kehidupan. Di dunia pendidikan misalnya, kemajuan teknologi sudah banyak dimanfaatkan. Salah satunya oleh Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta dengan mengeluarkan sebuah aplikasi khusus untuk mengecek ijazah para alumni. Unik namanya, Domesem atau singkatan dari Dokumen Manajemen Sistem dan Portal Ijazah. Adalah Tri Purnomo, S.Sn dan rekannya Tri Eni Yuli Astanti, dua pegawai di institusi tersebut yang menemukan aplikasi ini.

Adapun dua pegawai ISI ini membuat program kerja dalam rangka Diklat Pendidikan Pelatihan 4. Dalam satu angkatan ada sekitar 40 peserta. 

Sederhananya, aplikasi ini dijadikan acuan untuk diterapkan di seluruh tata kelola dan sistem pengadministrasian ISI Yogyakarta. Sementara temuan program ini terbukti efektif mempercepat pencarian dan kejelasan data yang ada.

Salah satu penemu aplikasi tersebut, Tri Purnomo mengatakan secara teknis, data lulusan didigitalisasikan untuk bisa diakses lulusan dan sudah menggunakan pin penomoran ijazah nasional dan sistem verifikasi ijazah online.

“Target pengakses yakni lulusan dan pengguna lulusan supaya bisa mencocokkan dan menjamin ijazah lulusan benar benar asli,” jelas pria yang juga Kasubag Pendidikan dan Evaluasi Biro Administrasi Akademik Kemahasiswaan Perencanaan dan Sistem Informasi (BAAKPSI) di ISI Jogja ini.

Menurut dia, digitalisasi ijazah yang dilakukan selama dua bulan sebanyak 1.532 ijazah lulusan dengan periode 2018-2019 khususnya untuk program Diploma dan S1. 

“Kami targetkan dua tahun kedepan digitalisasi ijazah akan terselesaikan sejak lulusan pertama dan S2,” tutur dia.

Sementara itu penemu aplikasi Domesem, Kepala Sub Bagian Anggaran Rutin dan Pembangunan, Tri Eni Yuli Astanti menambahkan aplikasi Domesem merupakan sarana penyimpanan dan pencarian dokumen supaya lebih efektif, efisien dan akuntabel.

“Misalnya seseorang akan mencari file sebuah dokumen tinggal memanggil (mengklik) dari aplikasi Domesem dan akan tertulis keterangan lokasi untuk mengambil secara fisik. Dengan aplikasi Domesem merupakan cara cepat mencari dokumen,” sambung Eni di ruang kerjanya yang berada di kawasan Sewon Bantul itu

Lebih lanjut dia menambahkan, pengerjaan aplikasi dan digitalisasi dokumen awal membutuhkan waktu sekitar 3 pekan hingga 1 bulan untuk tahun berjalan 2018-2019. 

“Kedepan Domesem akan ditambahkan menu pengumuman dan surat menyurat,” tandas Eni.


(Gading Persada /CN19/SM Network)

Berita Terkait
Tirto.ID
Loading...
Komentar