• KANAL BERITA

Omzet Pelaku UMKM Naik Melalui Tuka Tuku Purbalingga

PRODUK UMKM: Dewi menunjukkan produk-produk UMKM Purbalingga yang ada di outlet Tuka Tuku Purbalingga.  (suaramerdeka.com / Arief Noegroho)
PRODUK UMKM: Dewi menunjukkan produk-produk UMKM Purbalingga yang ada di outlet Tuka Tuku Purbalingga. (suaramerdeka.com / Arief Noegroho)

BAGI Yelfia, salah satu pelaku UMKM di Purbalingga, selain secara offline, memasarkan produk secara online penting dilakukan. Apalagi di era milenial ini hampir semua orang sudah pegang gawai android. Mereka mau beli apa, tinggal gesar-geser layar gawai, klik barang yang diinginkan, transfer dan barang sampai ke rumah. Gak repot, gak ribet, gak capek, serba praktis.

Maka ketika Pemkab Purbalingga menggandeng perusahaan e-commerce Indonesia PT Bukalapak guna memfasilitasi pemasaran produk UMKM Purbalingga melalui pasar online, Yelfia tidak menyia-nyiakan peluang itu. Kerja sama Pemkab Purbalingga dengan pihak Bukalapak melalui pembukaan marketplace Tuka Tuku Purbalingga tersebut ditandatangani oleh Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi, baru-baru ini.

“Alhamdulillah sejak ikut ngelapak di Tuka Tuku Purbalingga, ada peningkatan omset 10 persen-20 persen. Fluktuatif. Selain online, Tuka Tuku Purbalingga ini juga punya outlet offline,” kata Yelfia yang memproduksi sejumlah produk olahan ikan berlabel Marisa Food.

Dia mengaku, keberadaan marketplace Tuka Tuku Purbalingga itu sangat membantu para pelaku UMKM di Purbalingga. Mereka stok produk di outlet. Sehingga ketika ada konsumen bisa langsung membeli produk yang diinginkan. “Pelaku UMKM juga bisa memantau stok produknya yang ada di outlet di aplikasi kasir pintar. Jadi kalau stoknya menipis, kita bisa langsung kirim barang ke outlet,” katanya.

Outlet offline yang berada di kompleks Griya UMKM Purbalingga itu memang untuk melayani konsumen yang ingin melihat dan belanja langsung produk UMKM. Meski outlet tidak begitu luas, suasananya terasa nyaman saat berada di dalamnya.

Di outlet yang berada di Jalan Mayjen Sungkono dekat Pasar Segamas itu dipajang berbagai produk pelaku UMKM, seperti aneka makanan, minuman, batik, dan kerajinan tangan. Kemasan aneka makanan dan minuman itu cantik dan menarik tak kalah dengan produk pabrikan.

Dewi Lestari, petugas jaga outlet menjelaskan,  seperti di toko pada umumnya, jika ada konsumen yang membeli langsung di outlet maka akan dilayani. Sedangkan jika ada pemesanan melalui online maka dia akan mengirimkan produk yang dipesan. “Untuk melihat secara online produk apa saja yang ada bisa klik www.bukalapak.com/tukatukupbg. Atau melalui laman facebook: Oleh-oleh Khas Purbalingga. Atau bisa di instagram @tukatuku.pbg,” katanya.

Makin Variatif

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Purbalingga, Rizal Diyansyah menuturkan, kerja sama dalam program Tuka-Tuku itu dinilai sebagai langkah strategis seiring meningkatnya tren masyarakat yang cenderung belanja melalui pasar online. Pada saat yang sama, produk UMKM di Purbalingga semakin variatif.

“Harapannya, ke depan semakin banyak produk UMKM Purbalingga yang dipasarkan melalui Bukalapak seiring semakin banyaknya fasilitasi yang diberikan oleh Pemkab Purbalingga,” katanya saat penandatanganan kerja sama antara Pemkab dengan Bukalapak.

Sebelumnya, Purbalingga telah memiliki program Bela Beli Produk Purbalingga di mana program tersebut dimaksudkan untuk membela produk UMKM dengan membeli produk UMKM Kabupaten Purbalingga. Menurut Bupati Dyah Hayuning Pratiwi (Tiwi), program yang sudah diterbitkan peraturan daerah (Perda) ini tetap dijalankan dan diperkuat dengan platform Tuka Tuku Purbalingga di pemasaran online.

“Ini menjadi komitmen kita agar produk-produk UMKM Purbalingga semakin bisa difasilitasi pemasaranya. Melalui pengembangan pasar online Tuka Tuku Purbalingga yang bekerjasama dengan Bukalapak, diharapkan produk UMKM Purbalingga bisa semakin dikenal bukan saja masyarakat Purbalingga namun bisa dibeli oleh konsumen nasional bahkan oleh masyarakat dunia,” kata Bupati Tiwi.

Selain marketplace online, Pemkab Purbalingga, lanjut Tiwi juga memfasilitasi tampilan produk di etalase digital. Termasuk juga menyediakan ruang pamer produk secara off line, menyediakan gudang penyimpanan, fasilitasi packing, branding dan mendekatkan jasa pengiriman. “Pemkab juga bekerja sama dengan Kampung Marketer,” jelasnya.

Public Policy and Goverment Relations Manajer PT Bukalapak, Luciana Dita mengatakan, pihaknya sudah banyak bekerjasama dengan sejumlah pemerintah daerah. Namun Pemkab Purbalingga menjadi yang pertama langsung mengoperasionalisasi di bawah dinas-dinas. Sedangkan di daerah lain, biasanya pelaku UMKM mengoperasionalkan sendiri-sendiri.

“Dengan konsep seperti yang dijalankan Purbalingga, diharapkan produk yang dipasarkan dapat berkembang lebih cepat. Dibanding yang dijalankan sendiri oleh pelaku UMKM karena tingkat melek digitalnya berbeda-beda,” katanya.


(Arief Noegroho/CN26/SM Network)