• KANAL BERITA

Pedagang Bibit Dusun Kateki Ini Koleksi 500 Tanaman Buah Sapote

Sejenis Sawo Asal Amerika Latin

SAPOTE: Petugas Dinas Pertanian Provinsi DIY, Suparno, mengamati buah Sapote di kebun pembibitan milik Samlawi di Dusun Kateki, Kebonrejo, Salaman, Kabupaten Magelang. (suaramerdeka.com / Eko Priyono)
SAPOTE: Petugas Dinas Pertanian Provinsi DIY, Suparno, mengamati buah Sapote di kebun pembibitan milik Samlawi di Dusun Kateki, Kebonrejo, Salaman, Kabupaten Magelang. (suaramerdeka.com / Eko Priyono)

MUNGKID, suaramerdeka.com - Pedagang bibit tanaman warga Dusun Kateki, Kebonrejo, Salaman, Kabupaten Magelang, Samlawi, mengoleksi sekitar 500 tanaman buah Sapote. Buah asal Amerika Latin itu kalau sudah matang rasanya manis dan baunya harum.

Menurut Samlawi, buah tersebut kalau habis dipetik dari pohon tidak perlu dibungkus kain. Tetapi cukup dipanaskan di bawah terik matahari, selama dua hari. ''Kalau sudah matang baunya sangat harum,'' tuturnya, Kamis (14/11).

Diakui, harga jualnya tidak murah. Untuk tanaman yang sudah kembang (berbunga) dan berbuah dia jual Rp 6,5 juta/pohon. Itu pun yang jenis lama, yakni Magana. Sedangkan jenis baru seperti Loreto dan Havana harga jualnya Rp 7,5 juta/pohon. Sementara itu untuk harga buahnya yang sudah matang sekitar Rp 225-400 ribu/buah.

Produsen bibit kelengkeng Kateki itu kini mengoleksi cukup banyak jenis tanaman buah. Antara lain Apokat, Sapote, Jambu Kristal, Jambu Madu Deli, Jambu Air, Kelengkeng. Juga ada bibit tanaman Mangga, Rambutan, Durian, Jeruk, Delima, juga Black Sapote. Dia juga menyediakan bibit Sawo Abiyu asal Australia, Anggur Brazil, maupun Srikaya.

Mantan Kepala Desa Kebonrejo, Salaman, itu menuturkan, kini untuk bibit tanaman Delima di tingkat nasional masih kosong. Karena barangnya langka, dia pun kini sedang mengembangkan jenis tanaman tersebut. ''Kalau anda bisa mengambangkan nilai ekonominya tinggi,'' katanya.

Petugas Dinas Pertanian Provinsi DIY, Suparno, menyempatkan berkunjung ke kebun pembibitan milik Samlawi, Rabu (14/11). Dia hendak menanam Kelengkeng hasil produksi Samlawai, yakni jenis Kateki. Untuk keperluan itu dia memesan bibit tanaman yang berlabel ungu dan putih. Rencananya akan dikembangkan di wilayah Yogyakarta.


(Eko Priyono/CN26/SM Network)