• KANAL BERITA

Pengawas PAI Garda Terdepan Cegah Radikalisme di Sekolah

SAMBUTAN: Direktur Pendidikan Agama Islam Kemenag, Rahmad Mulyana Sabdi (dua dari kanan), didampingi Kabid PAI Kemenag Jateng, Imam Buchori (dua dari kiri) memberikan sambutan dalam kegiatan PPKB yang diikuti pengawas se-Jawa, Rabu-Jumat (13-15/11), di Hotel Aston Inn Semarang.  (suaramerdeka.com / Rony Yuwono)
SAMBUTAN: Direktur Pendidikan Agama Islam Kemenag, Rahmad Mulyana Sabdi (dua dari kanan), didampingi Kabid PAI Kemenag Jateng, Imam Buchori (dua dari kiri) memberikan sambutan dalam kegiatan PPKB yang diikuti pengawas se-Jawa, Rabu-Jumat (13-15/11), di Hotel Aston Inn Semarang. (suaramerdeka.com / Rony Yuwono)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Pengawas Pendidikan Agama Islam (PAI) diharapkan menjadi garda terdepan dalam menangkal radikalisme di sekolah. Para pengawas tersebut juga dituntut mampu menjamin peningkatan kualitas pembelajaran PAI, sehingga peserta didik mendapatkan pendidikan Islam yang <I>rahmatan lilalamin<P>. Hal itu mengemuka dalam Peningkatan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PPKB) untuk Pengawas PAI Angkatan II, di Hotel Aston Inn Semarang, Rabu-Jumat (13-15/11).

"Penjaminan mutu mata pelajaran PAI tak lepas dari pengawas. Jika ada usulan pengawas PAI dihilangkan, itu hanya diembuskan oleh orang sekuler. Pengawas PAI bertanggungjawab menyelamatkan mata pelajaran PAI di sekolah. Mulai 2020, mapel PAI disusun oleh Kemenag,'' kata Direktur Pendidikan Agama Islam Kemenag, Rahmad Mulyana Sabdi, saat membuka kegiatan yang digelar Dirjen Pendidikan Islam Kemenag tersebut, belum lama ini.

Ditegaskan, pengawas merupakan gurunya guru sehingga harus mampu memberikan pendampingan, pengawasan, dan pemahaman. Menurutnya, pengawas PAI berperan penting menolak pemahaman yang keliru tentang Islam. ''Ada yang ekstrem sampai mengkafirkan orang, melakukan jihad yang berbeda dari lainnya, serta ada yang menolak NKRI. Bisa jadi juga, ada guru PAI mengajarkan radikalisme. Ini semua harus diawasi dan diantisipasi oleh pengawas PAI,'' tegas Rahmad Mulyana.

Ketua panitia, M Hasan menjelaskan, kegiatan PPKB tersebut diikuti 50 pengawas PAI dari Jateng, Jatim, Jabar, dan DIY. "Kegiatan ini untuk meneguhkan bahwa pengawas mapel PAI adalah penjamin mutu pendidikan agama di tingkat kabupaten. Karena itu, pengawas harus punya pengembangan keprofesionalan, dan guru perlu diawasi," tandas Hasan.

Kabid Pendidikan Agama Islam Kemenag Jateng, Imam Buchori, mengatakan, pihaknya juga mengupayakan peningkatan mutu pengawas lewat PPKB. ''Sudah kami lakukan, lima angakatan. Penekanan di model pembelajaran. Pengawas maksimal lima tahun harus naik pangkat, syaratnya melakukan penelitian dan membuat karya tulis ilmiah. Kegiatan kali ini menekankan pengawas agar melakukan penelitian,'' kata Imam.

Ditegaskan, di Jateng terdapat 308 pengawas PAI. Pihaknya juga telah menjembatani dengan membuat media jurnal PAIS ber-ISBN yang terbit dua kali setahun.
Korwil Pengawas PAI Wilayah Eks Karesidenan Semarang, Amin Baedi menegaskan, pihaknya siap mengembangkan ekskul bidang kegamaan di setiap sekolah.

"Pemateri di kegiatan rohani Islam (Rohis) di sekolah harus terkendali. Ini salah satu cara menangkal radikalisme sejak dini melalui sekolah. Pemateri Rohis sekolah harus disetujui Pengawas PAI, kepala sekolah, dan guru agama Islam," tegas Amin Baedi. 


(Rony Yuwono/CN26/SM Network)