• KANAL BERITA

Jangan Sampai Ada Desa Fiktif di Jateng

Foto: suaramerdeka.com / dok
Foto: suaramerdeka.com / dok

SEMARANG, suaramerdeka.com - Anggota Komisi A DPRD Jawa Tengah Tri Mulyantoro berharap RAPBD Jawa Tengah yang berjumlah sekitar Rp. 28,77 triliun akan berdampak besar bagi masyarakat Jawa Tengah. Khususnya daerah yang termasuk ke dalam zona merah angka kemiskinan.

"Agar bisa berakselerasi, ke-14 Wilayah (Zona Merah) ini harus di-support pendanaannya. sehingga target gubernur untuk menuruna kemiskinan ke angka rata-rata satu digit tercapai," kata pria yang akrab dipanggil Anto ini.

Anto menjelaskan APBD disiapkan untuk mendukung program-program pengentasan kemiskinan seperti, pelatihan skill, perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH), bantuan sembako dan sebagainya. "Nanti ada dana desa juga, saya rasa jika penyalurannya efektif dan tepat sasaran maka ini akan membantu dalam akselerasi pengentasan kemiskinan," ungkap pria asal Banjanegara ini.

Menurut Anto, Dana desa dapat meningkatkan pemberdayaan masyarakat desa, peningkatan ekonomi, infrastruktur Desa, dan juga mengatasi beberapa masalah sosial masyarakat. Ketika disinggung mengenai desa fiktif, Anto menjelaskan bahwa Jawa Tengah dengan 7.809 desanya sejauh ini tertangani dengan baik. "Insya Allah tidak ada desa fiktif di Jawa Tengah sejauh ini, walaupun kita juga harus terus meng-update data terbaru terkait desa di Jawa Tengah. Jangan Sampai ada," tegasnya.

Agar penyaluran berjalan dengan baik, Anggota Fraksi PKS ini menegaskan bahwa proses ini membutuhkan kerjasama dengan stakeholder di desa terkait. Dibutuhkan komunikasi antara dewan, pemerintah,masyarakat, serta perangkat desa.

"Kami juga meminta kepada dinas bapermades provinsi maupun kabupaten kota untuk membantu memfasilitasi anggaran-anggaran yang masuk ke desa. Serta mengawal regulasi, pemanfaatan, dan pelaksanaannya. agar tak jadi persoalan di kemudian hari," tutupnya.


(Andika Primasiwi/CN26/SM Network)