• KANAL BERITA

Tarik Wisatawan, Keliling MAJT akan Ditanami Kurma

foto: suaramerdeka/dok
foto: suaramerdeka/dok

SEMARANG, suaramerdeka.com – Pada 14 November 2006 Masjid Agung Jawa Tengah diresmikan oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudoyono dengan menekan tombol sirine dan penandatanganan replika prasasti, Menapak usianya ke-13 MAJT terus berbenah. Dibawah komando ketua DPP MAJT Prof Dr KH Noor Ahmad MA, masjid kebanggaan warga Jateng ini terus berupaya mengembangkan bisnis, mulai dari toko suvenir di lingkungan masjid, restoran, minimarket, hingga rencana besar mendirikan rumah sakit dan lembaga pendidikan tinggi Alquran.

”MAJT terus berupaya untuk berkembang dan lebih maju. Mulai dari bisnis toko kecil-kecilan. Semua itu untuk memakmurkan masjid,” ujar Ketua Dewan Pengelola Pelaksana (DPP) MAJT Prof Dr KH Noor Achmad saat acara tasyakuran HUT MAJT ke-13 yang digelar di Convention Hall kompleks masjid, Kamis (14/11).

Acara tasyakuran ke-13 MAJT dilaksanakan secara sederhana, diisi dengan diskusi para sesepuh MAJT, di antaranya para mantan Ketua MAJT KH Ahmad, KH Ali Mufis, dan Ketua Umum MUI KH Ahmad Darodji. Tasyakuran ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Ketua MAJT KH Noor Ahmad diserahkan kepada KH Ali Mufis.

Selain mengembangkan bisnis, MAJT menurut Noor Ahmad akan ditata sebagai destinasi wisata religius. Salah satu rencana yang akan dilakukan yakni sekeliling komplek Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) akan ditanami pohon kurma. Selain menambah keindahan kawasan, sekaligus meningkatkan daya tarik wisata.

Ia mengatakan, selama ini pihaknya banyak menerima kritikan dari masyarakat perihal kebersihan. Sebagai tindak lanjut, saat ini DPP MAJT telah melibatkan tenaga khusus menangani kebersihan. “Sehingga sekarang cukup lumayan bersih,” ujarnya.

Pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan, lanjutnya, adalah pembebasan lahan seluas 1,1 hektare di sisi utara masjid seharga Rp 13 miliar. Saat ini dana masih kurang sekitar Rp 3 miliar.  “Februari 2020 harus bisa dilunasi, insya Allah ada uangnya,” ujarnya.

Ketua DPP MAJT, Prof Dr KH Noor Ahmad MA memberikan sambutan pada tasyakuran ke-13 MAJT, Kamis (14/11). Foto:ist

Di atas tanah tersebut, akan didirikan Pondok Pesantren (Ponpes) Tahfidzul Quran. Para santri di pesantren ini, dalam kesehariannya wajib menggunakan dua bahasa yakni Inggris dan Arab. Ketika lulus S1, para santri juga diberi kesempatan melanjutkan S2 di luar negeri.

“Harapan kami yang nyantri di sini bisa jadi kader yang baik, khususnya untuk mengembangkan Islam Wasathiyah dan Rahmatan Lil Alamin, memayungi semuanya,” ungkapnya.

Kemudian, dalam waktu dekat, MAJT akan menggencarkan metode dakwah digital. Produksi konten dakwah akan dibuat di lingkungan masjid kemudian disebarluaskan melalui media sosial.

Kabar yang mebahagiakan lainnya, adalah DPP MAJT juga akan menaikan honor untuk karyawan tiap tahunnya.

Pada periode keduanya ini, MAJT akan melakukan pengembangan besar-besaran. Targetnya, kawasan MAJT akan menjadi pusat destinasi wisata religi sekaligus kawasan elit. “Itu harapan kami semua,” tuturnya.

Ketua DPP MAJT periode pertama, yang juga  mantan Wakil Gubernur Jawa Tengah KH Achmad, mengungkapkan, sejak awal pendirian masjid hingga kini telah mengalami perkembangan yang signifikan.

“Jadi MAJT sudah berkembang baik, namun lingkungan sekitar harapan saya juga harus terus mendapatkan manfaatnya,” tuturnya.

Ia menekankan beberapa hal pada pengelolaan MAJT, yakni terkait kebersihan, ketepatan waktu, dan regenerasi Imam salat.


(Red/CN34/SM Network)

Baca Juga
Tirto.ID
Loading...
Komentar