• KANAL BERITA

Menhub Mengaku Tertantang Tugas Presiden

Foto: suaramerdeka.com / dok
Foto: suaramerdeka.com / dok

JAKARTA, suaramerdeka.com - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengaku tertantang dengan tugas-tugas yang diberikan Presiden pada Kabinet Indonesia Maju. Tantangan itu antara lain ada target-target tertentu yang harus dapat dicapai dalam waktu yang tidak terlalu lama.

“Melalui target-target itu kami tentunya harus melakukan upaya-upaya yang “beyond” untuk menyelesaikan target itu. Saya merasa tertantang,” kata Budi Karya Sumadi saat hadir dalam diskusi bertema “Makmur dan Terhubung Berkat Infrastruktur” yang diselenggarakan organisasi masyarakat Inisiator Indonesia di Jakarta Pusat, Kamis (14/11).

"Pembangunan untuk mencapai Visi Indonesia Maju adalah bukan sekadar membangun infrastruktur, tetapi bagaimana itu bisa terhubung dengan baik, sehingga dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat."

Misalnya, kata Menhub, pihaknya membangun 15 Bandara, yang menjadi KPI (Key Performance Indicator) adalah bagaimana kota-kota di 15 lokasi bandara tersebut terhubung dengan baik.

Kemenhub ditugaskan untuk mendukung konektivitas di  lima Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) atau dikenal dengan Destinasi wisata Superprioritas 5 “Bali Baru” dengan target penyelesaian 2020 dan membangun sistem transportasi di Ibu Kota Negara Baru  di Kalimantan Timur dengan target penyelesaian 2024.

Dikatakan, Presiden meminta bekerja fokus pada target dan mengutamakan kekompakan kerja tim (teamwork). Untuk itu, ia mengatakan telah berupaya menjalin komunikasi yang baik dengan seluruh stakeholder terkait. “Sekarang kami kompak dengan pemerintah daerah dan pihak-pihak lainnya,” tutur Menhub.

Presiden Joko Widodo, kata Menhub, infrastruktur menjadi sebuah fondasi bagi negara Indonesia untuk meningkatakn daya saing dalam berkompetisi dengan negara-negara lain. Infrastruktur tidak sekadar membangun tol, bandara, pelabuhan tetapi harus menciptakan lapangan kerja, menciptakan titik-titik pertumbuhan ekonomi baru dan meningkatkan efisiensi logistik mengingat wilayah Indonesia sangat luas dan memiliki banyak pulau.

Selanjutnya, infrastruktur harus bisa memfasilitasi sentra-sentra produksi yang terhubung dengan sentra produksi pertanian, nelayan, industri kecil, kawasan industri, pariwisata dan lain sebagainya. Bahkan, membangun infrastruktur transportasi seperti MRT, LRT dan angkutan massal untuk membangun peradaban seperti budaya antre dan budaya disiplin. Membangun infrastruktur juga menciptakan keadilan sosial karena dibangun tidak hanya di Jawa tetapi di seluruh wilayah di Indonesia.


(Budi Nugraha/CN26/SM Network)