• KANAL BERITA

Sahabat Inklusi Dorong Masyarakat Ramah Disabilitas

LOMBA MODELING: Seorang anak penyandang disabilitas memeragakan busana dalam Lomba Modeling "Sahabat Inklusi" di Pendopo Kecamatan Kebumen, Kamis (14/11).
LOMBA MODELING: Seorang anak penyandang disabilitas memeragakan busana dalam Lomba Modeling "Sahabat Inklusi" di Pendopo Kecamatan Kebumen, Kamis (14/11).

KEBUMEN, suaramerdeka.com - Diskriminasi terhadap kaum marginal seperti bagi disabilitas masih terus terjadi. Hak-hak disabilitas masih belum terpenuhi sebagai sesama warga negara Indonesia baik secara politik, aksesbilitas baik fasilitas publik maupun hak sipil lainnya.

Tidak hanya negara yang masih belum ramah terhadap disabilitas, sebagian besar masyarakat pun masih belum memiliki kesadaran untuk ramah terhadap disabilitas. 

Berbagai stigma dan diskriminasi bagi kaum disabilitas masih kerap dijumpai sehingga para kaum disabilitas justru semakin tak berdaya. Untuk itulah, melalui Sahabat Inklusi masyarakat untuk ramah terhadap kaum disabilitas.  

"Untuk membangun fasilitas umum menjadi ramah disabilitas mungkin hanya butuh setahun. Tetapi mengubah masyarakat menjadi inklusi butuh waktu bertahun-tahun," ujar Kepala Dinas Sosial dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos PPKB)  Kebumen dr Dwi Budi Satrio di sela-sela kegiatan Sahabat Inklusi di Pendopo Kecamatan Kebumen, Kamis (14/11).

Budi Satrio menambahkan, pihaknya ingin membangun Kebumen sebagai kota inklusi. Para difabel terfasilitasi akses sesuai yang mereka kehendaki dengan cara yang berbeda. 

"Dengan adanya fasilitas yang ramah difabel, diharapkan mereka tidak ada kendala dalam mengakses layanan publik," ujarnya.

Kegiatan yang didukung oleh Paguyuban Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Pelaksana PKH Kecamatan Kebumen itu diisi dengan lomba modeling yang diikuti 30 disabilitas. Kemudian lomba tradisional serta lomba lagu kebangsaan Indonesia Raya menggunakan bahasa Isyarat. Lomba menyanyikan lagu dengan menggunakan bahasa isyarat diikuti oleh orang normal.

"Kegiatan ini diharapkan menjadi ajang pemberdayaan kaum disabilitas. Sekaligus untuk mendorong masyarakat ramah terhadap disabilitas," ujar Ketua Panitia  Dani Rizana.


(Supriyanto/CN34/SM Network)