• KANAL BERITA

Delapan Tersangka Kerusuhan Demo Siap Disidangkan

Pelaku Anak-anak Diversi

HALAU MASSA: Sejumlah aparat kepolisian berusaha menghalau massa aksi yang hendak masuk ke area kantor Wali Kota Magelang saat digelar demonstrasi, Kamis (26/9) lalu. (Foto suaramerdeka.com/Asef Amani)
HALAU MASSA: Sejumlah aparat kepolisian berusaha menghalau massa aksi yang hendak masuk ke area kantor Wali Kota Magelang saat digelar demonstrasi, Kamis (26/9) lalu. (Foto suaramerdeka.com/Asef Amani)

MAGELANG, suaramerdeka.com – Polres Magelang Kota menyatakan berkas delapan tersangka kerusuhan aksi demonstrasi pada Kamis (26/9) lalu di depan Pemkot Magelang lengkap (P21). Para tersangka beserta sejumlah barang bukti pun sudah dilimpahkan ke jaksa penuntut umum (JPU).

Kapolres Magelang Kota, AKBP Idham Mahdi melalui Kasatreskrim, AKP Rinto Sutopo mengatakan, delapan tersangka ini sudah di atas umur dan oleh JPU berkasnya dinyatakan lengkap. Untuk selanjutnya di tangan Kejaksaan yang kemudian akan mulai disidangkan dalam waktu dekat.

“Di awal, kami memroses 20 tersangka, terdiri dari 12 anak-anak dan 8 dewasa. Mereka semua kami proses sesuai prosedur hukum,” ujarnya di sela jumpa pers di ruang Humas Polres Magelang Kota, Kamis (14/11).

Rinto menuturkan, tersangka anak-anak diproses dan melalui tahap diversi. Mekanismenya adalah peradilan anak jika ancaman hukumannya di bawah tujuh tahun. Maka, ada upaya penyelesaian di luar peradilan atau pengadilan.

Dalam proses itu, pihaknya mengundang sejumlah pihak, salah satunya dari Pemkot Magelang, karena ada kerusakan aset pemerintah. Di proses itu, kata Rinto, terjadi kesepakatan dan diversi berhasil. Sehingga proses tidak berlanjut ke jaksa.

“Kita datangkan juga saksi-saksi dari tersangka. Terjadi kesepakatan untuk menghentikan proses peradilan, karena ada jaminan untuk keberlangsungan mereka dalam proses belajar,” katanya.

Dia memastikan, setelah adanya proses diversi maka akan ada Surat Penghentian Penyidikan Perkara (SP3) kepada pelaku anak. Namun, keluarnya SP3 masih menunggu persetujuan dari penetapannya pengadilan.

Sementara itu, untuk delapan tersangka dewasa tetap diproses dan pada Selasa (12/11) lalu berkasnya sudah dilimpahkan ke JPU. Selanjutnya menjadi tanggungjawab JPU untuk proses sampai ke persidangan.

“Sekarang sudah menjadi tahanan kejaksaan,” tuturnya.

Rinto menyebutkan, kedelapan tersangka dewasa antara lain enam warga Kabupaten Magelang dan dua warga Kota Magelang. Untuk warga Kabupaten Magelang di antaranya DP (21) warga Muntilan, BAS (19) warga asal Grabag, AW (19) warga Bandongan, FW (19) warga asal Salam, ADS (19) warga asal Grabag, dan PA (19) warga asal Mertoyudan.

Untuk tersangka warga Kota Magelang antara lain FA (18) asal Magelang Selatan dan ADA (18) warga Magelang Utara. Mereka akan dihadapkan pada pasal berlapis, yakni pasal 170 (menggunakan kekuatan bersama-sama dimuka umum), pasal 406 (pengrusakan), dan pasal 212 (melawan petugas).

“Tiga pasal itu kita lapis, itu alternatif. Nanti itu jadi pilihan dari jaksa. Untuk berkas jadi satu,” ungkapnya. 


(Asef Amani/CN19/SM Network)