• KANAL BERITA

Terhadap Ojek Daring, Polda DIY Tingkatkan Kewaspadaan

Pasca Teror Bom Bunuh Diri Mapolrestabes Medan

Foto Istimewa
Foto Istimewa

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Kepolisian Daerah (Polda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) belajar banyak pasca teror bom bunuh diri di Mapolrestabaes Medan (13/11). Peningkatan kewaspadaan jajaran Polda DIY dilakukan terhadap ojek-ojek daring mengingat pelaku bom bunuh diri tersebut saat beraksi mengenakan jaket ojek online tersebut.

“Kami belajar dari kejadian itu (bom bunuh diri). Kami tidak mengatakan kalau setiap ojek online berbahaya. Tapi karena kewaspadaan, maka setiap ojek online yang masuk ke mako akan kami tanya, keperluannya apa, kalau bisa diambil di penjagaan ya dipenjagaan. Kami perintahkan ke seluruh jajaran kalau ada ojek online harus tetap di (pos) penjagaan saja,” tegas Wakapolda DIY Brigjen Pol Karyoto, Kamis (14/11).

Ditemui usai memimpin upacara Hari Ulang Tahun ke-72 Korps Brimob di Mako Brimob Polda DIY Baciro, Kota Jogja, Wakapolda menjelaskan bahwa pengiriman makanan yang semula dinilai tak membahayakan maka bisa jadi akan sangat berbahaya.

“Kalau makanan itu beracun itu sangat berbahaya. Makanya dikonfirmasi yang mengirim dan yang menerima. Kalau benar ya gak papa. Teroris caranya kan banyak sekali, seperti kejadian bom buku itu dengan korban polisi. Ini  yang membuat kami waspada,” tutur jenderal bintang satu itu.

Selain itu, ungkap Wakapolda, pihaknya akan memperketat lagi jalur masuk dan keluar di setiap markas kepolisian. Pasalnya, pintu masuk menjadi titik utama pencegahan dilakukan.

“Kami hanya mengingatkan kembali, nanti flow in dan flow out ke markas polisi itu bahaya di flow in. Sebab, kalau di flow in kita sembarangan maka setiap orang bisa masuk, tak ada penjagaan maksimal dan ketat pasti potensi kecolongan itu ada. Tapi kalau flow in nya dibuat sistem kanaliasi, maka kami bisa lakukan langkah preventif. Orang akan melihat kalau keamanannya lemah pasti akan menyerang. Tapi kalau keamanannya kuat mereka akan berpikir dua kali,” ungkapnya.

Mewakili Kapolda DIY Irjen Pol Ahmad Dofiri, Wakapolda menambahkan kalau pengamanan pribadi personal polisi juga mendapat perhatian.

“Di setiap penjagaan, personel yang berjaga dilengkapi senjata lengkap. Tidak seperti jaman dulu senjata ditaruh di dalam lemari. Sekarang senjata dipegang. Kalau di penjagaan ada yang mau bunuh diri pakai bom, kalau bisa kami menghindar menghindar, kalau bisa ditembak ya kami tembak,” tandas dia.


(Gading Persada /CN19/SM Network)