• KANAL BERITA

NCVS Course, Indonesia Paparkan Standar Kapal Nonkonvensi

Foto: suaramerdeka.com / dok
Foto: suaramerdeka.com / dok

JAKARTA, suaramerdeka.com – Indonesia mendapat kesempatan memaparkan standar kapal nonkonvensi (NCVS) dalam konvensi Safety of Life at Sea (SOLAS) yang membahas Non-Convention Vessel Standards (NCVS) Course, di Hotel Mercure Sabang, Jakarta, Selasa (13/11). Direktur Perkapalan dan Kepelautan, Capt Sudiono mengatakan itu saat pembukaan acara Non-Convention Vessel Standards (NCVS) Course, selama tiga hari, mulai Rabu (13/11) sampai Jumat, (15/11) di Hotel Mercure Sabang, Jakarta.

Dia mengatakan seluruh aspek keselamatan kapal yang berlayar internasional meliputi konstruksi kapal, permesinan dan kelistrikan kapal, peralatan radio, perlengkapan keselamatan, pengawakan, dan keamanan diatur dalam konvensi Safety of Life at Sea (Solas).

Regulasi kovensi Solas ini harus dipenuhi semua kapal dari negara anggota IMO. Namun demikian, aturan tersebut hanya berlaku bagi kapal dengan ukuran 500 GT atau lebih atau kapal pelayaran internasional. Lalu, bagaimana dengan kapal-kapal yang tidak berlayar internasional dan kapal-kapal berukuran kurang dari 500 GT?

Pertanyaan itu, lanjut Sudiono, mendorong pembahasan terkait standar kapal nonkonvensi. Indonesia memiliki lebih dari 51.000 kapal nonkonvensi, dengan tonase bruto (GT) kurang dari 500. Standar kapal nonkonvensi ini sangat dibutuhkan oleh Indonesia, apalagi sesuai dengan aturan internasional, standar kapal nonkonvensi menjadi tanggung jawab negara bendera.

Menurut Sudiono aturan standar kapal nonkonvensi (NCVS) di Indonesia tertuang dalam Keputusan Menteri Perhubungan No 65/2009 tentang Standar Kapal Nonkonvensi Berbendera Indonesia, dan SK Dirjen Perhubungan Laut No UM.008/9/20/DJPL-12 tentang Pemberlakuan Standar dan Petunjuk Teknis Pelaksanaan Kapal Nonkonvensi Berbendera Indonesia. “Saya bangga pada kesempatan ini bisa menyampaikan bahwa Indonesia berpengalaman dalam menyusun dan mengembangkan standar kapal nonkonvensi,” ujar Sudiono.

Dia menilai dengan penyelenggaraan kursus ini, Indonesia dapat membagikan informasi, pengalaman, dan pengetahuan kepada para peserta yang terdiri dari perwakilan maritime administration dari beberapa negara berkembang. “Setelah kursus ini, saya percaya para peserta akan lebih mengenali Standar Kapal Nonkonvensi Indonesia melalui pertukaran informasi dan pengetahuan dari para narasumber,” kata Sudiono.

Penyelenggaraan NCVS Course di bawah kerangka Kerja sama Selatan-Selatan (KSS), yang merupakan kerja sama pembangunan di antara negara-negara berkembang dalam rangka mencapai kemandirian bersama yang dilandasi oleh solidaritas, kesetaraan (mutual opportunity) serta saling menguntungkan (mutual benefit). Model kegiatan KSS berupa knowledge sharing, training, pengiriman tenaga ahli, pengiriman peralatan, dan beberapa kegiatan lainnya untuk negara berkembang.


(Budi Nugraha/CN26/SM Network)