• KANAL BERITA

2020, PLN Upayakan Standarisasi Stasiun Listrik Kendaraan Umum

SALAMI ANAK-ANAK: General Manager PLN UID Jateng-DIY, Feby Joko Priharto menyalami anak-anak yatim dalam kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1441 H, di kantor PT PLN, Jatingaleh, Semarang, Rabu (13/11). (suaramerdeka.com/Diaz A Abidin)
SALAMI ANAK-ANAK: General Manager PLN UID Jateng-DIY, Feby Joko Priharto menyalami anak-anak yatim dalam kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1441 H, di kantor PT PLN, Jatingaleh, Semarang, Rabu (13/11). (suaramerdeka.com/Diaz A Abidin)

SEMARANG, suaramerdeka.com - PT PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jateng-DIY berencana membangun fasilitas-fasilitas stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) tahun depan. Program ini untuk memberikan layanan bagi pemilik kendaraan listrik.

“Untuk mendukung kampanye eco living, dan eco moving. Eco moving ini mendukung penggunaan kendaraan listrik. Kalau bisa mengisi baterai kendaraan itu cepat, bisa sepuluh menit mungkin,” ujar General Manager PLN UID Jateng-DIY, Feby Joko Priharto di sela-sela kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1441 H, bersama pegawai dan para anak yatim, di Masjid An-Nur kantor setempat, Semarang, Rabu (13/11).

Pada rancanganya, tidak sekedar membangun SPKLU. Standarissi yang tepat terlebih dahulu dimatangkan. Hal ini berkaitan dengan mobil-mobil yang dibuat oleh beragam perusahaan otomotif.

“Industri otomotif mulai membuat kendaraan dan mobil listrik. Seperti apa standarisasinya, harus disepakati bersama mereka (industri otomotif, red),” jelasnya.

Pihaknya berharap, realisasi program ini bisa terlaksana secepat mungkin. Terlebih dukungan pemerintah untuk kendaraan listrik diupayakan. Masyarakat juga diharap mulai menggunakan kendaraan listrik.

Lebih jauh, Feby yang baru saja bertugas di PLN UID Jateng-DIY awal bulan ini menjelaskan, listrik sudah sebagai kebutuhan pokok. Listrik sebagai keniscayaan untuk kesejahteraan masyarakat menuju masa depan.

“Kami mulai mengampanyekan bersama-sama  masyarakat untuk beralih pada penggunaan listrik untuk eco living. Gunakan kompor listrik misalnya, untuk mengurangi penggunaan energi fosil dalam keseharian. PLN mengupayakan program-program untuk mendukung hal tersebut,” tambahnya.

Sementara itu Direktur Wahana Lingungan Hidup (Walhi) Jateng, Ismail menyarankan, agar perusahaan-perusahaan besar itu harus mengerti kaidah-kaidah pelestarian lingkungan. Penggunaan Energi Baru Terbarukan (EBT) juga sebagai keniscayaan untuk masa depan.

Suplai listrik di Indonesia selama ini jauh lebih banyak menggunakan energi fosil batu bara. Pembangkit-pembangkit listrik sudah saatnya beralih menggunakan energi baru terbarukan (EBT) yang melimpah di negeri kathulistiwa ini.

“Negara-negara maju di dunia sudah mulai berkampanye menggunakan EBT untuk menghasilkan energi listrik. Kita pun sudah harus memulainya,” ujarnya.


(Diaz Abidin/CN39/SM Network)