• KANAL BERITA

Pengurus Baru Organda Tanjung Emas, Rutinkan Bakti Sosial

 BANTUAN :<P> Pengurus baru DPC Organda Khusus Pelabuhan Tanjung Emas 2019-2024 melakukan bakti sosial dengan memberikan bantuan total Rp 50 juta hasil pengumpilan dana anggota ke Rumah Rehabilitasi Ganguan Mental Dzikrul Ghofirin di Wonosobo. (suaramerdeka.com / dok)
BANTUAN :<P> Pengurus baru DPC Organda Khusus Pelabuhan Tanjung Emas 2019-2024 melakukan bakti sosial dengan memberikan bantuan total Rp 50 juta hasil pengumpilan dana anggota ke Rumah Rehabilitasi Ganguan Mental Dzikrul Ghofirin di Wonosobo. (suaramerdeka.com / dok)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Menjalankan kepengurusan baru Dewan Pengurus Cabang (DPC) Organsasi Angkutan Darat (Organda) Khusus Pelabuhan Tanjung Emas periode 2019-2024, Purwo Widodo sebagai ketua yang baru berencana mengajak anggotanya untuk aktif dan rutin melakukan kegiatan bakti sosial di luar kegiatan organisasi.

Setelah dilantik secara langsung dalam Musyawarah Cabang (Muscab) di Hotel Aston pada 30 Oktober lalu, Widodo beserta sekretaris dan bendaharanya sedang dalam tahap mempersiapkan kelengkapan susunan kepengurusan, yang akan dilantik dalam waktu dekat. Di tengah kesibukan itu, dia dan para anggota Organda Khusus Pelabuhan Tanjung Emas secara spontan memulai kegiatan sosial pada Sabtu (9/11) kemarin.

''Berawal dari kabar seorang anggota di Wonosobo ada sebuah panti yang membutuhkan bantuan masyarakat. Dalam waktu empat hari di pekan kemarin, anggota Organda Tanjung Emas mengumpulkan dana pribadi yang dikoordinasi Pak Leo Ibrahim agar bisa membantu.  Alhamdulillah  terkumpul dana Rp 30 juta dan sembako sebanyak satu boks truk kecil senilai Rp 20 juta, yang kami sumbangkan ke Rumah Rehabilitasi Ganguan Mental Dzikrul Ghofirin yang dikelola Ibu Utiah di Wonosobo,'' kata Widodo saat ditemui di kantor Organda Tanjung Emas, Selasa (12/11).

Dia mengungkapkan, ini kegiatan sosial pertama Organda Tanjung Emas di luar lingkup pelabuhan. Selama ini kegiatan sosial yang dilakukan seperti memberikan bantuan sosial kepada para sopir truk yang terkena musibah dan beberapa kegiatan internal.

''Dari kegiatan di Wonosobo ini para anggota mendapatkan inspirasi dari sosok Ibu Utiah yang mengelola panti secara swadaya bersama keluarganya yang dulu sempat sakit kejiwaan. Di sana ada sekitar 300 pasien yang daang dari jalanan dan ditinggal keluarga untuk ditampung. Hal ini yang membuat kami ke depan ingin memperbanyak kegiatan sosial dan menjadi salah satu agenda bulanan Organda Pelabuhan Tanjung Emas,'' lanjut Widodo.

Kegiatan sosial kepada masyarakat nantinya juga diharapkan makin mengenalkan Organda Tanjung Emas kepada masyarakat. Selain itu juga sebagai kesempatan para anggota untuk membantu sesama. ''Aksi yang kami lakukan di awal kepengurusan ini, semoga terus bisa kami lakukan. Hal ini sebagai bentuk kepedulian anggota Organda Tanjung Emas kepada masyarakat. Semoga hal ini bisa menjadi percontohan bagi organisasi lain,'' imbuh Anggota Organda, Suyatno


(M Alfi Makhsun/CN26/SM Network)