• KANAL BERITA

Kontraktor Diminta Mematuhi Rekomendasi TACB

Kabid Kebudayaan Disdikbudpora Kabupaten Semarang, Masyhudi meninjau lokasi struktur batuan candi yang terdampak proyek peningkatan jalan Lanjan-Bedono, kemarin.
Kabid Kebudayaan Disdikbudpora Kabupaten Semarang, Masyhudi meninjau lokasi struktur batuan candi yang terdampak proyek peningkatan jalan Lanjan-Bedono, kemarin.

UNGARAN, suaramerdeka.com - Kontraktor pelaksana proyek peningkatan jalan Lanjan-Bedono diminta memantuhi rekomendasi yang disampaikan Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Semarang. Data yang dihimpun menyebutkan, setidaknya ada empat rekomendasi yang diberikan TACB.

Diantaranya, pekerjaan pelebaran jalan dapat dilanjutkan dengan tetap memperhatikan upaya pelestarian cagar budaya khususnya Situs Batu Yoni Bedono dan tetap mempergunakan bahan material yang tidak merusak struktur terdampak pelebaran jalan. TACB Kabupaten Semarang memandang perlu adanya rambu atau papan peringatan yang menerangkan dan mengedukasi masyarakat tentang adanya objek diduga cagar budaya di lokasi persimpangan jalan.

“Kemarin sudah kami sampaikan ke pelaksana proyek, konsultan, maupun DPU. Kesepakatannya situs tersebut harus dilestarikan, kemudian pelebaran jalan bisa dilanjutkan dengan catatan tidak mengganggu struktur batuan yang ada,” kata Kepala Disdikbudpora Kabupaten Semarang, Sukaton Purtomo Priyatmo melalui Kabid Kebudayaan, Masyhudi, Selasa (12/11).

Pascapekerjaan selesai, pihaknya bersama TACB Kabupaten Semarang juga merekomendasikan perlu adanya kajian yang lebih mendalam terkait keberadaan situs yoni, batu candi, dan temuan struktur bangunan candi agar selanjutnya dapat diusulkan kepada Bupati Semarang untuk ditetapkan sebagai cagar budaya. Langkah itu dinilai perlu, menyusul Situs Batu Yoni Bedono memiliki potensi besar untuk dilakukan kegiatan pemugaran bertahap maupun total. Dengan begitu pemanfaatannya dapat diperuntukkan bagi kepentingan masyarakat luas. Yakni untuk kajian ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan atau kebudayaan sesuai amanat Undang-undang Cagar Budaya Nomor 11 Tahun 2010.

“Pelebaran jalan boleh dilanjutkan, asalkan sebelumnya harus ditutup dengan tanah khusus agar tidak mengganggu keberadaan struktur batu yang diduga merupakan batuan candi,” jelasnya.

Ketua TACB Kabupaten Semarang, Tri Subekso menambahkan, dalam rekomendasi tersebut juga memaparkan tentang batasan beton cor pelebaran jalan yang dirasa tidak mengganggu keberadaan struktur. Selanjutnya, direkomendasikan pula pembuatan pagar yang bisa dibongkar sewaktu-waktu ketika ada penelitian atau kajian lanjutan di Situs Batu Yoni Bedono.

“Kami mengusulkan tutupan urugan tanah dengan tanama vegetasi dengan akar pendek, bisa ditanami rumput. Diperlukan pula jarak bebas antara beton cor, supaya tidak bersinggungan langsung dengan struktur lama. Demikian halnya dengan tambahan konstruksi saluran air baru, itu perlu diwujudkan agar temuan struktur tetap aman,” imbuh dia.

Berdasarkan kajian yang dilakukan TACB Kabupaten Semarang pada awal November 2019 silam, patut diduga susunan batu lama ini merupakan bagian dari struktur bangunan candi sisi utara yang menjadi satu kesatuan dengan keberadaan yoni. Yoni Bedono sendiri, sudah terdaftar di Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Keudayaan RI dengan ID Pendaftaran Objek : PO2018040401317.

“Pemindaian temuan kami lakukan dengan dukungan metode scanning 3D laser, fotogrametri, dan pemetaan geodetik dengan bantuan pesawat tanpa awak,” tutur Tri Subekso.


(Ranin Agung/CN34/SM Network)