• KANAL BERITA

Di Batang Angka Kematian Ibu Turun

Stunting Masih 25 Persen

Wakil Bupati Suyono menyerahkan piagam penghargaan kepada Kepala Kejaksaan Negeri Batang, Wahyudi, atas apresiasi melakukan pendampingan monitoring evaluasi Dinas Kesehatan Batang. (suaramerdeka.com/Kasirin Umar)
Wakil Bupati Suyono menyerahkan piagam penghargaan kepada Kepala Kejaksaan Negeri Batang, Wahyudi, atas apresiasi melakukan pendampingan monitoring evaluasi Dinas Kesehatan Batang. (suaramerdeka.com/Kasirin Umar)

BATANG, suaramerdeka.com - Wakil Bupati (Wabup) Batang Suyono mengatskan, kesehatan menjadi kebutuhan dasar masyarakat, maka harus ditangani secara optimal, maksimal dan berkualitas sesuai dengan standar operasional prosedur.

 

“Demi menjaga kesehatan masyarakat, maka pemangku kebijkan di Dinas Kesehatan Batang harus bisa meningkatkan kesejahteraan di bidang kesehatan," kata Wakil Bupati Batang Suyono usai menjadi pembina upacara Hari Kesehatan Nasional, di halaman Pendopo Kantor Bupati, Selasa (12/11).

Agar tercapai kesejahteraan, ujar Wabup, maka Dinas Kesehatan memiliki sumber daya manusia yang unggul, dan selalu memberikan edukasi untuk menjadi manusia yang sehat dengan mensosialisasikan pola hidup sehat.

“Stunting (gizi buruk) terus kita tekan, dan bukan hal yang mudah harus ada kepedulian dan sinergi dari semua stakeholder sehingga bisa turun hingga nol persen," katanya.

Suyono juga mengapresiasi kinerja Dinas Kesehatan, baik di Rumah Sakit maupun di Puskesms yang sudah secara optimal dalam memberikan pelayanan kesehatan.

“Saya selalu turun ke Puskesmas dan Rumah Sakit untuk melihat secara langsung pelayanan dan opini masyarakat tentang kepuasan layanan publik. Jangan sampai masyarakat tidak terlayani dengan baik sesuai dengan SOP," sebut Wabup Suyono.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batang dr Hidayah Basbeth menambahkan, masih banyak pekerjaan rumah yang harus dikerjakan terutama stunting.

“Stunting masih 25 persen jadi harus kerja keras untuk menurunkannya," kata Hidayah.

Adapun untuk angka kematian ibu hamil dan melahirkan mengalami penurunan dari tahun yang lalu mencapai 20 orang, tahun 2019 di bulan Oktober angkanya 11 orang. Pemkab terus upayakan dengan inovasi baru untuk menurunkan angka stanting dan AKI.

“Dana desa jangan hanya untuk infrastruktur tapi juga dialokasikan pembuatan jamban, pembuatan poli klinik desa dan pemberian makanan tambahan balita, ibu hamil, guna membantu menurunkan angka stunting dan AKI untuk kesejahteraan,”pungkas Hidayah Basbeth.


(Kasirin Umar/CN39/SM Network)