• KANAL BERITA

Disiplin dan Mudah Beradaptasi

Lurah Muktiharjo Kidul

PENINJAUAN: Kegiatan peninjauan lokasi Kolam Retensi wilayah RW 25, belum lama ini. (suaramerdeka.com / dok)
PENINJAUAN: Kegiatan peninjauan lokasi Kolam Retensi wilayah RW 25, belum lama ini. (suaramerdeka.com / dok)

KECAKAPAN dan kecekatan seorang lurah dalam memimpin wilayahnya sangat diperlukan. Apalagi ketika menghadapi masyarakat yang memiliki banyak karakter dan berbagai macam latar belakang. Tak hanya dibutuhkan kesabaran dan kedisiplinan semata. Dibutuhkan pula kebijaksanaan dan penuh pertimbangan di dalam menentukan keputusan. Hal itu pula yang senantiasa dilakukan Lurah Muktiharjo Kidul, Slamet Supriyadi.

Slamet Supriyadi yang memiliki latar belakang sebagai penyidik di Satpol PP Kota Semarang itu mulai menjabat Lurah Muktiharjo Kidul, September 2019. Dengan modal kedisiplinan yang dia peroleh saat di kesatuan itu, Supriadi berniat menerapkan pengalamannya tersebut dalam memimpin kelurahan.

Berbagai pelayanan dia benahi, administrasi ditertibkan, penataan lingkungan, ekonomi, sosial termasuk pelayanan publik. Kehadiran Supriyadi sebagai pemimpin baru disambut antusias warga Kelurahan Muktiharjo Kidul.

Dengan pemimpin baru, mereka optimistis Kelurahan Muktiharjo Kidul akan semakin maju dan berkembang. Mereka melihat sosok Slamet Supriyadi memiliki karakter tersendiri di dalam mengelola masyarakat. Meski dikenal sosok disiplin, namun pria kelahiran, 17 Mei 1967 itu dikenal sebagai sosok pemimpin yang mudah beradaptasi dengan lingkungan.

Pria asal Gunungkidul itu mengatakan, ketika kali pertama menjabat sebagai lurah, dua bulan lalu, dia langsung memetakan masalah. Setelah dilakukan pengecakan, ternyata sampah masih menjadi persoalan.

Di Muktiharjo Kidul masih ada warga yang membuang sampah di sembarang tempat. Sampah-sampah dari RT terkadang dibuang di tanah kosong. Dengan demikian, menimbulkan pencemaran. Melihat kondisi itu, Supriyadi bergerak cepat dengan menggelar rapat membahas tentang sampah.

Melalui musyawarah, mereka berencana membuat tempat khusus penampungan sampah dari bak kontainer. "Jadi, nanti dari RT-RT sampah dibuang di tempat pembuangan sementara (TPS) terpadu yang terbuat dari bak kontainer," paparnya.


(Mohammad Khabib Zamzami/CN26/SM Network)