• KANAL BERITA

Siswa dan Guru MAN 1 Banyumas Berdandan Mirip Pahlawan

MIRIP PAHLAWAN:Sejumlah guru MAN 1 Banyumas berdandan mirip pahlawan nasional saat upacara, Senin (11/11) pagi. (suaramerdeka.com/dok)
MIRIP PAHLAWAN:Sejumlah guru MAN 1 Banyumas berdandan mirip pahlawan nasional saat upacara, Senin (11/11) pagi. (suaramerdeka.com/dok)

PURWOKERTO, suaramerdeka.com - Ada pemandangan berbeda di halaman MAN 1 Banyumas, Senin (11/11) pagi.  Sejumlah "pahlawan" Indonesia mendadak mengikuti upacara di madrasah tersebut. Di antara mereka ada Panglima Besar Jenderal Soedirman, Ir Soekarno, Mohammad Hatta, KH Agus Salim, Pattimura, KH Ahmad Dahlan, Ki Hajar Dewantara, Bung Tomo dan sejumlah pahlawan nasional lainnya.

Rupanya mereka bukan pahlawan yang sebenarnya, tetapi para guru, karyawan dan siswa yang berdandan dan berpakaian mirip para pahlawan nasional dan pejuang Kemerdekaan Republik Indonesia. Muhammad Firdaus misalnya.  Salah satu guru di madrasah tersebut sengaja mengenakan pakaian jubah panjang seperti yang biasa dikenakan Panglima Besar Jenderal Soedirman lengkap dengan penutup kepala.

Menurut kepala madrasah, H Muslikh, pihaknya sengaja mengajak para guru dan siswa untuk tampil menyerupai para pahlawan dan pejuang kemerdekaan dalam rangka memeringati Hari Pahlawan.

Selain itu, ia juga ingin mengajak para siswa untuk benar-benar menghayati nilai-nilai perjuangan yang telah dilakukan para pahlawan dan pejuang dalam memperebutkan kemerdekaan. "Jadi bukan hanya sekedar memeringati saja, tetapi kami juga ingin mengajak para siswa dan guru untuk benar-benar menghayati dan meneladani nilai-nilai perjuangan para pahlawan nasional," terangnya.

Di samping upacara bendera, peringatan Hari Pahlawan tersebut juga diisi dengan pembacaan kata-kata mutiara para pahlawan yang dilakukan oleh sejumlah peserta didik.

Di antaranya kata mutiara dari pahlawan nasional Bung Tomo yang berbunyi "Jangan Memperbanyak Lawan, tetapi Perbanyaklah Kawan", pahlawan nasional Ir Soekarno berbunyi "Berikan Aku 1000 Orang Tua, Niscaya Akan Kucabut Semeru dari Akarnya.  Dan Berikan Aku 10 Pemuda, Niscaya Akan Kuguncangkan Dunia” dan lain sebagainya. "Total ada sebanyak 16 pesan atau kata-kata mutiara dari para pahlawan yang dibacakan oleh para siswa secara bergantian," terangnya.

Pembina OSIS, Muhammad Firdaus menambahkan, saat membaca kata-kata mutiara dari para pahlawan, tidak sedikit di antara para siswa yang benar-benar menjiwai isi dari pesan-pesan yang disampaikan.


(Budi Setyawan/CN26/SM Network)