• KANAL BERITA

Ketua MAJT: Terima Kasih Pemkot dan Ormas Pemuda se Jateng

Karaoke Liar di Sekitar MAJT Berhasil Dibongkar

Ratusan ormas pemuda se Jateng bersalaman dengan pengurus Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) di Aula MAJT, Jalan Gajah Raya, Gayamsari, Semarang, Sabtu (9/11). (suaramerdeka.com/dok)
Ratusan ormas pemuda se Jateng bersalaman dengan pengurus Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) di Aula MAJT, Jalan Gajah Raya, Gayamsari, Semarang, Sabtu (9/11). (suaramerdeka.com/dok)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Ketua Dewan Pelaksana Pengelola (DPP) Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Prof Dr KH Noor Achmad, menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemkot Semarang dan ormas pemuda se Jateng lantaran telah berhasil menuntaskan pembongkaran sekitar seratusan karaoke liar di sekitar MAJT.

“Kami terharu atas ketulusan dan keikhlasan saudara semua yang punya kepedulian tinggi terhadap MAJT. Sehingga kini tidak ada lagi bisnis karaoke yang berpotensi menjatuhkan reputasi masjid ini,” kata Prof Noor Achmad, ketika menerima rombongan ormas pemuda se Jateng di Aula MAJT, Sabtu (9/11).

Para aktivis yang dikoordinasi Iwan Cahyono atau yang akrab disapa Gus Iwan diterima langsung oleh Noor Achmad setelah menuntaskan pembongkaran seluruh tempat karaoke liar tersebut bersama Satpol PP Kota Semarang. Saat menerima rombongan, Prof Noor didampingi Wakil Ketua MAJT KH Hanief Ismail, Sekretaris MAJT KH Muhyiddin, Wakil Sekretaris KH Istadjib AS, dan Koordinator Bidang Humas H Isdiyanto Isman.

Prof Noor menyatakan perihatin atas mewabahnya bisnis karaoke liar di sekitar MAJT. Jumlahnya berkembang pesat hingga berkisar 100 tempat usaha. Dampaknya, DPP MAJT kebanjiran protes masyarakat yang mengkhawatirkan reputasi MAJT tercemar akibat bisnis liar tersebut.

“Kami cemas dengan merebaknya karaoke tersebut, bila ada yang usil dengan memviralkan postingan MAJT dipenuhi bisnis karaoke, tentu akan berdampak pada reputasi MAJT yang sudah mendunia. Alhamdulillah berkat dukungan kuat para ormas pemuda, mulai hari ini MAJT terbebas dari hingarbingar karaoke. Ini kontribusi luar biasa para pemuda terhadap MAJT. Insya Allah akan menjadi pahala,” tegasnya.

Prof Noor Achmad meminta kepada kalangan ormas pemuda, MAJT yang terbebas dari bisnis karaoke, agar dijaga. Jangan sampai di kemudian hari muncul aktivitas serupa. Bila para pemilik karaoke sudah berjanji di kertas meterai untuk ikut menjaga nama baik MAJT, maka janji tersebut patut dikawal.

Sebagaimana diketahui, sekitar 100 lebih bangunan karaoke liar di sekitar MAJT akhirnya dibongkar oleh Satuan Polisi Pamong Paraja (Satpol PP) Kota Semarang bersama ratusan anggota ormas pemuda se-Jateng. Pembongkaran dimulai Rabu (6/11) hingga Sabtu (9/11).

Pembongkaran terpaksa dilakukan setelah para pemilik karaoke tidak menggubris peringatan jajaran Satpol PP Kota Semarang mau pun somasi yang dilakukan ormas pemuda se-Jateng. Para ormas pemuda ini terdiri dari Patriot Garuda Nusantara (PGN), FKPPI, Laskar Merah Putih, GMBI, BKAI, Pemuda Pancasila dan Garda Nusantara.

Tak lupa, Prof Noor juga mengungkapkan terima kasih kepada Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, beserta Kepala Satpol PP dan Dinas Tata Ruang Kota Semarang, Fajar Purwoto, yang proaktif bekerja sama dalam menertibkan bisnis karaoke liar tersebut. Pengurus MAJT, Iwan Cahyono, sebagai inisiator sekaligus Koordinator Aksi menyatakan tidak rela bila MAJT sebagai masjid kebanggaan masyarakat Jateng dan Indonesia dikotori bisnis karaoke di sekitarnya. Maka, dia bersama PGN menghimpun kekuatan ormas pemuda se Jateng untuk peduli kepada MAJT.

“Alhamdulillah, ratusan anggota ormas berhasil kami galang. Kami memberi apresiasi setinggi-tingginya terhadap gabungan ormas pemuda se-Jateng tersebut,” katanya.

Dia menyatakan kesiapannya bersama kalangan ormas pemuda untuk mengawal agar ke depan tidak muncul lagi bisnis tersebut. "Bila ada yang membangun kembali bangunan-bangunan tersebut, maka kami akan membongkar lagi", tegas Gus Iwan.


(Siswo Ariwibowo /CN40/SM Network)