• KANAL BERITA

Uu: Wajar, Ada Larangan Celana Cingkrang dan Cadar ke ASN

Foto Istimewa
Foto Istimewa

MAJALENGKA, suaramerdeka.com - Wagub Jabar, Uu Ruzhanul Ulum meminta pembahasan larangan celana cingkrang dan cadar terhadal aparatur sipil negara (ASN) tak perlu sampai harus menguras energi berlebihan. Menurut dia, ada hal yang lebih besar dari sekadar persoalan itu yang perlu mendapat atensi.

"Maaf, cadar dan cingkrang itu soal furu', penafsiran, bukan masalah akidah," tandasnya kepada wartawan usai kegiatan Silaturahmi Akbar 3 Komunitas One Day One Juz (ODOJ) Lapangan Gelanggang Generasi Muda (GGM) Kabupaten Majalengka, Sabtu (9/11).

Dengan kondisi tersebut, Uu yang berasal dari kalangan ponpes dapat memahami kebijakan yang dikeluarkan pusat. Baginya, larangan tersebut merupakan sebuah kewajaran dan cenderung berlaku umum.

"Itu wajar-wajar saja, sebuah lembaga pasti akan mengeluarkan aturan, anak sekolah juga ada aturan seragamnya seperti apa, masuk organisasi juga harus patuh, taat, dan displin kepada aturan yang ada, apalagi ASN, wajar ada aturannya," jelasnya.

Bahkan Uu menyebut bahwa pihaknya siap mengamankan kebijakan tersebut di lingkup kewenangannya. Kepada semua pihak, dia pun meminta untuk mengedepankan paradigma  berbaik sangka termasuk aturan yang dikeluarkan pemerintah pusat itu. 

"Kami harus fatsoen kepada pemerintah pusat, kalau kami tak taat pimpinan, dosa besar, jadi kami akan taat yang diputuskan, sebuah kebijakan itu bukan untuk menyengsarakan rakyat, tapi untuk bikin masyarakat, aman, tenang. Jadi kedepankan saja paradigma husnudzan," jelasnya.

Untuk itu, Uu meminta semua pihak untuk tak mempersoalkan permasalahan tersebut. Lebih baik, hal tersebut disudahi. Sebaliknya dia justru mengajak masyarakat untuk fokus pada persoalan pembangunan yang membutuhkan konsentrasi dan kontribusi semua elemen.

"Kalau tak sangkut paut dengan akidah, mending tak permasalahkannya, lebih baik kita pikirkan kemajuan Jabar soal bagaimana pembangunan pendidikan dan ekonomi, ini kan perlu masukan, jadi mari kita bersama berkolaborasi membangun Jabar," tandas mantan Bupati Tasikmalaya itu.

Tak hanya itu, pihaknya pun mengharapkan semua pihak untuk mengambil hikmah dari kegiatan yang diselenggarakan di Kota Majalengka. Yakni membumikan kita suci sebagai pedoman dalam segala sendi kehidupan. Dengan demikian, diperlukan pemahaman yang utuh.

"Kita bisa mengamalkannya, jadi pedoman, tapi jangan sepotong-potong. Yang menguntungkan, dilaksanakan, yang berat tak dilakukan. Itu harus secara keseluruhan, karena bisa untuk rujukan kehidupan sehari-hari, bermasyarakat, berniaga, berumah tangga, hingga bernegara," katanya.
 


(Setiady Dwi/CN19/SM Network)