• KANAL BERITA

Pemkab Bantu Operasional RSUD Prambanan

Foto Istimewa
Foto Istimewa

SLEMAN, suaramerdeka.com - Masalah keterlambatan klaim pembayaran BPJS pada RSUD Prambanan mulai coba diurai oleh Pemkab Sleman. Tetap bersikukuh tidak akan menggunakan dana on call, Pemkab setidaknya telah menyiapkan alternatif lewat anggaran sisa kegiatan.

"Sudah dicarikan solusinya. Ada beberapa kegiatan yang sisa anggarannya. Itu nanti akan dipakai untuk membantu operasional RSUD Prambanan," ungkap Sekretaris Daerah Sleman Sumadi saat dikonfirmasi, kemarin.

Ditegaskan, akumulasi anggaran sisa kegiatan itu hanya digunakan untuk membiayai kegiatan operasional bulanan rumah sakit, bukan mendanai pengobatan. Berdasar penghitungan, kebutuhan dana RSUD Prambanan agar bisa beroperasi tiap bulannya sekitar Rp 1,2 miliar tiap bulannya. Nominal dana sejumlah itu pula yang diupayakan oleh Pemkab Sleman.

Sekda berharap persoalan keterlambatan klaim ini tidak berlarut, dan meminta BPJS segera menyelesaikan pembayaran. Adapun alasan tidak menggunakan dana on call dalam penanganan masalah ini, menurut Sumadi karena pos alokasi itu disiapkan untuk keadaan darurat bencana.

"Dari pengalaman yang sudah-sudah, saat akhir tahun biasanya rawan bencana angin kencang. Belum lama ini, Kecamatan Prambanan juga dilanda kekeringan. Dana on call kita siapkan untuk kondisi darurat semacam itu," terangnya.

Direktur RSUD Prambanan Isa Dharmawidjaja mengapresiasi respon Pemkab Sleman dalam mengatasi permasalahan ini. "RSUD sebagai organisasi milik pemda, dan pemda sangat peduli terhadap itu," tukas Isa.

Meski mengalami keterlambatan klaim pembayaran BPJS, pihaknya berusaha memberikan pelayanan secara paripurna kepada pasien. Pemda masih membantu dengan menyediakan kebutuhan obat-obatan.

Terkait tunggakan BPJS, dia mengungkapkan, klaim yang dibayarkan baru sampai April 2019. Rata-rata per bulan, klaim BPJS di RSUD Prambanan mencapai Rp 2 miliar. Sehingga dihitung tunggakan sampai bulan Juli sekitar Rp 7 miliar.

"Jumlah Rp 7 miliar itu sampai Juli, belum termasuk bulan-bulan setelahnya," imbuh Isa.


(Amelia Hapsari/CN19/SM Network)

Berita Terkait
Tirto.ID
Loading...
Komentar