• KANAL BERITA

Suharso Dorong Pindad Jalin Kemitraan Strategis

Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa (Foto Istimewa)
Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa (Foto Istimewa)

BANDUNG, suaramerdeka.com - Menteri PPN/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa meminta PT Pindad untuk menjalin banyak kemitraan strategis di antaranya guna lebih optimal dalam melakukan pengembangan produk pertahanan.

Dia mencontohkan produksi munisi yang masih terkendala komponen penting. Padahal teknologi mesiu sudah berkembang sejak lama. Karenanya, pemenuhannya mesti melalui mekanisme impor.

"Untuk pengembangan peluru misalnya, sebenarnya kita butuh banyak, tapi komponen intinya masih impor seperti propelan, ini kan teknologinya sudah ribuan tahun, harusnya kita sudah bisa bikin," tandasnya saat melakukan kunjungan ke kawasan pabrik Pindad di Bandung, Jumat (8/11).

Dengan kondisi tersebut, dia meminta Pindad melakukan kerjasama dengan BUMN strategis lainnya, PT Dahana guna melakukan pengembangan propelan, bahan pendorong atau bubuk mesiu karena sudah merupakan tuntutan.

Untuk itu, pihaknya tak menutup kemungkinan memberikan atensi tersendiri khusus terhadap produksi peluru terutama terkait anggaran. "Ini penting. Misalkan peluru, kalau kapasitas Pindad bisa dinaikan dengan menyuntik penambahan modal, itu akan kita lihat," tandas Suharso.

Di sela-sela kunjungan, Direktur Pindad, Abraham Mose menyatakan bahwa pihaknya mempunyai rencana untuk pembangunan pabrik propelan. Langkah ini berkaitan dengan rencana lainnya yakni pembangunan lini produksi Munisi Kaliber Besar (MKB).

"Jadi di samping, pembangunan lini produksi ranpur, otomatisasi dan modernisasi lini produksi senjata, kami akan melakukan peningkatan kapasitas dan kemampuan lini produksi Munisi Kaliber Kecil (MKK)," jelasnya.

Tahun depan, BUMN Strategis itu memang menargetkan produksi hingga 4x90 juta butir munisi kaliber kecil. Langkah tersebut menuntut pasokan propelan dalam jumlah besar. Mereka butuh sekitar 500 ton propelan.

Target-target tersebut merupakan rangkaian program produksi munisi hingga 500 juta butir pertahun secara bertahap. Kondisi saat ini, Pindad mempunyai kapasitas produksi sekitar 120 juta butir pertahun.

Dalam kunjungan itu, Suharso bersama jajarannya sempat menyaksikan defile parade kendaraan tempur buatan Pindad seperti Komodo dan Anoa berbagai varian, medium tank Harimau, Badak, fire fighting vehicle, water cannon dan kendaraan logistik.

Khusus Anoa, lebih dari 360 unit telah digunakan oleh TNI serta ikut aktif beroperasi dalam berbagai misi perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL), Sudan (UNAMID), Afrika Tengah (MINUSCA), dan Kongo (MONUSCO). Demikian pula, dengan Komodo sebanyak 90 unit telah digunakan oleh TNI dan mendukung misi perdamaian PBB.


(Setiady Dwi/CN19/SM Network)