• KANAL BERITA

SMK Kesehatan Tunggu Regulasi Kementerian

Sekjen Persemki Nano Priyanto dan ketua HUT Ke-4 Persemki Sri Suprihati memberi penjelasan pada sejumlah wartawan di Solo, Jumat (8/11). (suaramerdeka.com/Dok)
Sekjen Persemki Nano Priyanto dan ketua HUT Ke-4 Persemki Sri Suprihati memberi penjelasan pada sejumlah wartawan di Solo, Jumat (8/11). (suaramerdeka.com/Dok)

SOLO, suaramerdeka.com - Sekolah Menengah Kejuruan Kesehatan seluruh Indonesi yang tergabung dalam Persatuan SMK Kesehatan Indonesia atau (Persemki) kini tengah menunggu regulasi dari kementerian terkait, yakni Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Aparatur Negara.

Menurut Sekjen Persemki Nano Priyanto, regulasi dari kementerian terkait itu sangat dibutuhkan untuk memudahkan para siswa maupun lulusan SMK Kesehatan untuk magang atau bekerja di rumah sakit, klinik, apotek, dan lembaga yang berkait dengan kesehatan. Dia mengatakan, sebenarnya sudah ada Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2014. Namun regulasi dari kementerian itu tetap dibutuhkan untuk memperkuat Inpres tersebut.

Sebab, kata Nano, meski sudah ada Inpres namun tetap saja masih ada lembaga kesehatan, seperti rumah sakit, klinik, dan apotek tidak bersedia menerima kehadiran siswa atau lulusan SMK Kesehatan untuk kerja, magang, atau kebutuhan studi lainnya. Selain itu, penerbitan regulasi dari kementerian terkait itu diharapkan juga untuk mrmudahkan para lulusan SMK Kesehatan untuk diterima sebagai ASN, meski harus mengikuti seleksi terlebih dulu.

"Sebenarnya Persemki sudah mengajukan penerbitan regulasi-regulasi, hanya saja hingga setahun ini belum juga ada jawaban," kata dia di sela memberi penjelasan pada sejumlah wartawan, Jumat (9/11).

Penjelasan itu terkait perayaan HUT ke-4 Persemki yang dipusatkan di Kota Solo selama dua hari, 9-10 November. Berbagai kegiatan digelar dalam perhelatan yang melibatkan perwakilan siswa SMK dari berbagai wilayah di Indonesia itu. Seperti, lomba kompetensi siswa, pameran produk kreatif, lomba wirausaha muda, pemilihan duta kesehatan, dan seminar nasional.

"Selain untuk meningkatkan kompetensi, berbagai lomba yang digelar dalam peringatan HUT Ke-4 Persemki ini juga untuk memupuk rasa percaya diri para siswa SMK Kesehatan agar tidak hanya menjadi jago kandang," kata Sri Suprihati, ketua panitia HUT.

Lebih lanjut Nano mengatakan, hingga kini serapan lulusan SMK Kesehatan Indonesia di dunia kerja tetap saja tinggi, yakni sekitar 90 persen, sisanya berwirausaha dan menunggu panggilan. Masih tingginya serapan itu, menurut dia, lantaran tenaga medis dan paramedis seperti dokter, perawat, apateker, analis kesehatan, maupun tenaga laboratorium tidak bisa digantikan oleh robot di era disrupsi industri seperti sekarang ini.

Kendati serapan cukup tinggi, namun SMK Kesehatan terus meningkatkan kualitas para lulusannya. Tujuannya, agar mereka mampu berkompetisi di tataran global, selain di negeri sendiri, dalam menghadapi era industri 4.0.

Peningkatan kualias itu antara lain dilakukan dengan perbaikan kurikulum, peningkatan proses pembelajaran, peningkatan sarana belajar mengajar, serta peningkatan SDM tenaga pengajar SMK. Tahun ini setidaknya 60 guru dan kepala SMK Kesehatan ke China. Selain untuk belajar juga untuk membuka jaringan global dan kerja sama internasional.

Pihak sekolah juga membekali para lulusan sertifikat kompetensi sebagai bekal mencari pekerjaan, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Sehingga nantinya Indonesia mengirim tenaga kerja ke luar negeri yang benar-benar berkualitas dan kompeten. "Selain bekerja, dengan bekal yang dimiliki, para lulusan SMK Kesehatan juga siap berwirausaha," kata dia.


(Langgeng Widodo/CN39/SM Network)