• KANAL BERITA

Empat Juta Kendaraan Siap Diberi Diskon Pajak dan Penghapusan Denda Tunggakan

Kejar Penerimaan PKB

Foto Istimewa
Foto Istimewa

BANDUNG, suaramerdeka.com - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jabar berupaya menggenjot penerimaan pajak kendaraan bermotor (PKB). Langkah itu tak terlepas dari masih banyaknya populasi kendaraan bermotor yang belum taat pajak plus target pendapatan yang harus dipenuhi.

Selama sebulan dalam rentang 10 November-10 Desember 2019, mereka menawarkan pembebasan denda atas tunggakan pajak dan juga potongan pembayaran bagi wajib pajak yang menunggak pembayaran lima tahun lebih. Istilah mereka, "Double Untung 10-10".

"Masih terdapat lebih dari 25 persen kendaraan bermotor yang tidak melakukan daftar ulang. Kendaraan ini menunggak pembayaran PKB hingga September," kata Kepala Bapenda Jabar, Hening Widiatmoko pada Jabar Punya Informasi (Japri) di Gedung Sate Bandung, Jumat (8/11).

Jumlah populasi kendaraan bermotor di Jabar, baik roda dua dan roda empat serta lebih, mencapai 16.424.152 unit. Dengan demikian, target program menyasar lebih dari 4 juta kendaraan. Diharapkan, penerimaan sebesar Rp 800 miliar bisa direalisasikan.

"Besaran target itu tak terlepas dari perubahan APBD, sehingga ada penambahan sebesar Rp 800 miliar. Untuk itu, kita lakukan promosi massif supaya target itu tercapai, semuanya sudah diperhitungkan secara cermat," tandasnya. 

Selain itu, Hening Widiatmoko menyebut program pemutihan itu juga sebagai antisipasi terhadap dampak atas kondisi ekonomi yang kurang menggembirakan terutama atas ancaman krisis ekonomi global. 

"Analisis kan menyebutkan akan ada pelambatan, kemungkinan terjadi deviasi akhir tahun, sehingg diprediksi pelambatan itu berimbas pula pada pendapatan tahun ini. Karena itu, kami berharap program ini bisa membantu mencapai target yang ada," jelasnya.

Di luar itu, dia menyebut program tersebut bisa menjawab kebingungan masyarakat yang mempunyai tunggakan. Karenanya, Hening berharap masyarakat yang mempunyai kendaraan bermotor namun bermasalah dengan pajaknya, bisa memanfaatkannya secara optimal.


(Setiady Dwi/CN19/SM Network)