• KANAL BERITA

Wujudkan Desa Sehat, Petugas Data Jamban Warga

MENDATA: Petugas Puskesmas, Polsek, dan Koramil Srumbung, Kabupaten Magelang, mendata warga yang belum memiliki jamban keluarga. (Foto suaramerdeka.com/Eko Priyono)
MENDATA: Petugas Puskesmas, Polsek, dan Koramil Srumbung, Kabupaten Magelang, mendata warga yang belum memiliki jamban keluarga. (Foto suaramerdeka.com/Eko Priyono)

MUNGKID, suaramerdeka.com - Untuk mewujudkan open defecation free atau kondisi ketika setiap individu dalam komunitas tidak buang air sembarangan, petugas
gabungan melakukan pendataan jamban keluarga. Itu dilakukan oleh petugas dari Puskesmas, Polsek, dan Koramil Srumbung, di Desa Banyuadem, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang.

Petugas Puskesmas Srumbung Ny Khusni mengatakan, tidak lama lagi desa se-Kecamatan Srumbung akan melaksanakan open defecation free (ODF) tingkat kecamatan. Yakni, kondisi ketika setiap individu tidak buang air besar sembarangan. Sejalan dengan itu warga diharapkan sudah membuat jamban permanen.

Oleh karenanya pihak Puskesmas Srumbung minta partisipasi dan dukungan dari warga dan berbagai pihak, sehingga program itu dapat berjalan dengan sukses. Dengan arah terwujudnya desa dan warga yang sehat.

Bintara Pembina Desa (Babinsa) Banyuadem, Koramil 16/Srumbung, Sertu Suryadi menuturkan, pendataan dan monitoring akses jamban warga tersebut untuk mengetahui siapa saja warga yang masih buang air besar (BAB) sembarangan atau numpang BAB di jamban milik tetangga. Tim juga mengimbau kepada warga untuk sesegera mungkin membuat jamban sendiri. ''Walau tidak bagus, yang penting sesuai dengan standar kesehatan,'' katanya, Jumat (8/11).

Selebihnya Sertu Suryadi berharap kepada pemerintah desa agar mendukung dan memberikan solusi terkait warga yang masih BAB sembarangan. Dengan harapan permasalahan yang berkaitan dengan BAB sembarangan dapat segera teratasi, sehingga Desa Banyuadem mendapat predikat desa ODF. Untuk itu harus ada koordinasi lebih lanjut, guna membantu warga yang kurang mampu dan tidak mempunyai jamban permanen.

Ditambahkan, bahwa pembuangan tinja yang tidak memenuhi syarat atau buang air besar sembarangan sangat berpengaruh pada penyebaran penyakit.

''Salah satu cara untuk menghindari hal tersebut adalah dengan pembuatan jamban keluarga,'' imbuhnya.


(Eko Priyono/CN19/SM Network)