• KANAL BERITA

Utamakan Lingkungan Bersih

Lurah Karangturi

Lurah Karangturi, Hindun. (suaramerdeka.com / Eko Fataip)
Lurah Karangturi, Hindun. (suaramerdeka.com / Eko Fataip)

LINGKUNGAN di Kelurahan Karangturi, Kecamatan Semarang Timur kini mulai dikenal akan kebersihan dan keasriannya. Padahal, wilayah ini dulunya sulit bisa lepas dari kesan kotor dan kumuh. Sejak menerima amanah sebagai Lurah Karangturi 2017 lalu, Hindun mulai dihadapkan sejumlah permasalahan. Mulai dari lingkungan yang kurang bersih, suasana kantor yang belum nyaman, hingga kenakalan remaja setempat.

Lambat laun, wilayah itu disulap menjadi daerah yang bersih dan nyaman. ”Tantangan buat saya ketika pertama kali ditempatkan di sini. Sebab begitu masuk masih terlihat kumuh. Termasuk kondisi kantor sendiri yang butuh penanganan dari sisi kebersihan,” kata Hindun di Kantor Kelurahan Karangturi, Kecamatan Semarang Timur, kemarin.

Suasana kerja yang nyaman, menurut dia akan mendukung kinerja seseorang. Apalagi kelurahan yang fungsi tugasnya memberikan pelayanan kepada masyarakat. ”Bekerja di tempat yang tidak nyaman, hasilnya pun tidak akan maskimal. Terutama ruang kerja, ruang pelayanan dan kamar mandi. Itu yang pertama saya benahi, sekarang semuanya tampak menjadi bersih,” ujarnya.

Setelah kebersihan kantor terselesaikan, dia mulai menata sejumlah perkampungan di lingkungannya. Dari RW1 hingga RW5 yang sebelumnya terlihat kumuh, tak luput dari perhatiannya. ”Sekarang wilayah-wilayah itu sudah bersih. Saya terapkan aturan denda bagi warga yang membuang sampah di saluran atau di sekitarnya,” imbuhnya.

Persoalan lain yang cukup serius, menurutnya adalah banyaknya bangunan liar di atas saluran. Melalui pendekatan persuasif, bangunan yang difungsikan untuk tempat tinggal warga itu kini sudah dibongkar. ”Awalnya saya mendapat banyak penolakan dari warga, bahkan dianggap tidak punya rasa kemanusiaan. Tetapi setelah saya beri penjelasan, mereka akhirnya sadar dan mau dipindah. Kami hanya ingin warga bisa menghirup udara yang bersih,” jelasnya.

Tak heran, jika kelurahan ini pernah meraih Juara I Lomba kebersihan, keindahan dan kerapian yang diselenggarakan Pemerintah Kota Semarang pada 2018 lalu. Pada tahun yang sama, juga mendapat penghargaan dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang sebagai kelurahan dengan lingkungan terbersih. ”Tahun depan kami akan meninggikan talud di kali tersebut. Sudah disurvei oleh salah satu BUMN dan bersedia akan membantu,” sebutnya.

Karangturi juga memiliki Kampung Tematik Ramah Keluarga di Kp Slamet RT1 RW3. Disebut ramah keluarga lantaran kampung tersebut nyaman untuk dikunjungi siapa saja. Beberapa lahan yang sebelumnya kurang terawat, dialihfungsikan menjadi ruang publik seperti taman. Tak cukup di situ, taman tersebut juga dilengkapi dengan arena bermain anak, perpustakaan hingga wifi.

”Bahkan tempat-tempat yang dulunya digunakan untuk minum minuman keras, sekarang sudah hilang. Kini kami tinggal menikmati hasilnya berupa kebersihan dan kenyamanan. Ini tidak hanya kerja keras saya, tetapi juga seluruh perangkat RT, RW dan warga,” kata lurah yang tinggal di Tlogosari Kulon, Pedurungan itu.

Awal sebagai PNS, Hindun menerima tanggung jawab di bagian Humas Pemkot Semarang, dari 1905 hingga 2005. Setelah itu, ditempatkan di Kelurahan Pedurungan Tengah sebagai Kasi Pembangunan selama kurang lebih tujuh tahun (2005-2012). Kemudian pada 2012-2014 sebagai sekretaris lurah di kelurahan yang sama.

Sempat pula dipindah di Kelurahan Pekunden, Semarang Tengah juga sekretaris lurah. Lalu, pada awal 2017 dilantik menjadi Lurah Karangturi hingga sekarang. ”Saya menerapkan pola hidup sehat. Masing-masing rumah warga kami minta untuk menyediakan tempat cuci tangan. Itu yang paling penting, agar tercipta lingkungan yang bersih,” jelasnya.

Kelurahan Karangturi dihuni sekitar 3.238 penduduk dengan lima RW dan 27 RT. Lurah lulusan Magister Manajemen Unissula itu juga memiliki kebiasaan positif di lingkungan kantornya. Setiap hari, ia menyempatkan memasak untuk dihidangkan kepada staf-stafnya. ”Setiap hari saya masak untuk teman-teman kantor. Supaya mereka tidak perlu repot membeli makan, sekaligus juga membiasakan agar tidak sering keluar kantor,” tuturnya.


(Eko Fataip/CN26/SM Network)