• KANAL BERITA

Mengembangkan Kemampuan IT Guru di Era Digital

Oleh Darsimah S.Pd M.Pd

Foto: suaramerdeka.com / dok
Foto: suaramerdeka.com / dok

GENERASI Alpha merupakan generasi terpelajar saat ini. Dengan kecanggihan teknologi informasi, era robotic, kecanggihan kecerdasan buatan, membuat generasi ini sangat akrab bergantung pada gadget. Semua informasi didapat dari 'mbah google'. Dengan segala kemudahan dan percepatan yang ada, membuat generasi ini cenderung materialistik.

Analissosial-cum-demograf Mark McCrindle dari grup peneliti McCrindle adalah orang pertama yang membuka topic ini, yakni tentang nama generasi yang lahir di abad 21. Dalam makalah Beyond Z: Meet Generation Alpha, ia mengungkapkan, generasi berikutnya akan dinamai sesuai abjad. Itu sebabnya mereka yang lahir setelah Generasi Z akan dipanggil Generasi A alias Generasi Alpha”.

Generasi Alpha kini dikenal sebagai generasi paling berpengaruh dalam kehidupan manusia. Ukurannya adalah umur mereka yang masih sangat dini, tetapi dapat memengaruhi putaran ekonomi dunia. Mereka adalah kaum terdidik, lebih terdidik daripada Generasi Z. Mereka lebih akrab dengan teknologi dan menjadi generasi paling sejahtera.

Yang perlu diketahui tentang generasi alpha adalah, sejak lahir mereka sudah hidup di dunia dengan perkembangan teknologi yang pesat. Kecanggihan teknologi sekarang ini telah menjadi sarana dan sumber belajar. Bahkan, dengan adanya internet memudahkan anak melihat berbagai hal baru, sehingga teknologi dapat meningkatkan kreativitas anak. Generasi alpha ini dipercaya dapat tumbuh menjadi generasi yang lebih pintar dibandingkan generasi sebelumnya.

Dengan perkembangan dunia yang sangat pesat, generasi alpha juga harus didukung agar dapat tumbuh pesat pula. Tentu tak mudah menjadi orang tua maupun guru dari generasi paling pintar ini.

Inilah tantangan bagi para orang tua dan guru agar mereka tumbuh tak hanya menjadi generasi yang pintar, tapi juga generasi yang unggul. Internet dan teknologi membuat generasi alpha mudah mencari informasi apapun tanpa dibatasi letak geografis. Ini sebabnya mereka juga disebut sebeagai global citizen.

Sebagai guru, kita harus mampu menguasai teknologi agar dapat mendampingi mereka untuk memanfaatkan berbagai teknologi yang ada guna mendorong peserta didik untuk memanfaatkan kemudahan internet dalam memperluas wawasan. Sebagai pendidik kita harus bisa mengimbangi kemajuan teknologi untuk menyambut generasi yang paling hebat dimasa depan. Keberadaan Guru sebagai pendidik tidak boleh tergeser dengan adanya teknologi dan internet.

Peran guru tidak hanya mentrasfer ilmu, akan tetapi sebagai role model bagi peserta didik, denganpenanaman budi pekerti, sifat religius, semangat gotong royong, menjunjung integritas, tolerasi, menanamkan kemandirian, serta akhlak mulia sejak dinidimana semua itu tidak akan mereka dapat dari teknologi. Begitu besar peran guru dalam mengantarkan peserta didik menyambut masa depan tugas maha besar generasi kita adalah mewariskan toleransi bukan kekerasan.

Upaya pemerintah dalam meningkatkan profesionalisme guru diantaranya dengan Peningkatan Kompetensi Guru (PKG), sertifikasi, Program Pendidikan Profesi Guru (PPG). Selain itu, kegiatan yang dapat meningkatkan kompetensi guru seperti, pelatihan, workshop, kegiatan kelompok guru dan privat yang dapat menunjang kemampuan guru dalam penguasaan IT untuk mendukungkompetensi dalam proses belajar mengajar di kelas.

Penulis adalah guru SDN Jomblang 03, Candisari, Kota Semarang


(Red/CN26/SM Network)