• KANAL BERITA

Bawa Kesan Nuansa Kampung Zaman Dahulu

Unnes Bikin Spot Foto Wayang Wisanggeni

WAYANG WISANGGENI: Pengunjung tertarik berkunjung di Wisata Kampung Jawi  Jalan Kalialang Lama Vll RT 02 RW 01, Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Gunungpati. (suaramerdeka.com / Pamungkas Suci Ashadi)
WAYANG WISANGGENI: Pengunjung tertarik berkunjung di Wisata Kampung Jawi Jalan Kalialang Lama Vll RT 02 RW 01, Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Gunungpati. (suaramerdeka.com / Pamungkas Suci Ashadi)

DAMPAK perkembangan teknologi membuat orang lebih disibukan dengan bermain gawai. Akhirnya banyak generasi milenial lupa dan tidak mengenal kebudayaan Jawa. Maka perlu dilakukan upaya untuk melestarikan kebudayaan Jawa. Seperti yang telah dilakukan tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Alternatif IIB Universitas Negeri Semarang (Unnes) 2019. Hasil musyawarah dengan Penggagas Kampung Jawi, Siswanto, berhasil membuat spot foto kebudayaan untuk mengedukasi pengunjung.

JIKA berkunjung di Kampung Jawi Jalan Kalialang Lama Vll RT 02 RW 01, Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Gunungpati, akan menjumpai dua spot foto, berupa tokoh Wayang Wisanggeni dan tulisan "Tresnoku Ing Kampung Jawi". Spot foto itu dibuat oleh puluhan mahasiswa Unnes dari jurusan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA), Fakultas Teknik (FT) dan Fakultas Ekonomi (FE).

Mahasiswa Unnes Fakultas Ilmu Pendidikan, Ari Susanti mengatakan, ide membuat wayang Wisanggeni merupakan permintaan dari Penggagas Kampung Jawi, yaitu Pak Siswanto. Waktu itu dijelaskan bahwa sosok Wisanggeni adalah pemuda yang ksatria. Dalam cerita pewayangan, sejak kecil Wisanggeni telah terdidik untuk menjadi manusia yang adil dan bijaksana. Bahkan Wisanggeni mampu mengembalikan keadaan yang genting.

Saat itu Wisanggeni mampu mengalahkan Dewa Batara Guru, yang memiliki sifat sombong dan berkelakuan anarkis. Diharapkan perilaku terpuji dari tokoh wayang Wisanggeni dapat menjadi percontohan. Baik bagi pengunjung maupun tim KKN Unnes. Bahwa sifat sombong dapat dikalahkan dengan kebijaksanaan.

"Ungkapan tersebut sebagaimana yang tergambarkan di Sanggar Sendang Asri Budaya Kampung Jawi. Terdapat tulisan "Segala sifat picik, sombong dan angkara murka hanya dapat dikalahkan dengan kebijaksanaan," ujarnya.

Menurutnya, spot foto yang dibuat oleh tim KKN Unnes bisa lebih menambah suasana kampung pada zaman dahulu. Maka dari itu, selain spot foto pewayangan ada juga tulisan Tresnoku Ing Kampung Jawi. Artinya pengunjung dapat menikmati nuansa kebudayaan di Kampung Jawi. Ada rasa setia untuk mencintai kebudayaan. Kemudian tidak bosan untuk kembali berkunjung di kampung Jawi.

"Spot foto Tresnoku Ing Kampung Jawi terbuat dari potongan triplek dan di dalamnya berisi tumbler, sehingga jika berswa foto pada malam hari tulisan akan gemerlap. Ditambah sampinya terdapat wayang Wisanggeni. Demikian pula jika siang atau sore hari akan lebih menarik karena ada pemandangan alam di belakangnya" imbuhnya.

Rumah Kedua

Pasalnya, nuansa Kampung Jawi ibarat rumah kedua bagi pengunjung maupun tim KKN Unnes. Sebab kehidupan yang ada di Kampung Jawi belum tentu ada di kampung halaman lain. Sebagai ciri khas, pedagang di angkringan Kampung Jawi selalu mengenakan pakaian tradisional. Kemudian lampu yang digunakan masih menggunakan obor dan sentir. Tak kalah menarik setiap malam ada hiburan musik Jawa, seperti karawitan maupun campursari.

Ia menambahkan, untuk mendukung meningkatkan mutu Sumber Daya Manusia (SDM) di Kampung Jawi, tim KKN Unnes mengadakan kegiatan dalam bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan dan infrastruktur. Dalam bidang ekonomi terdapat kegiatan merchandise paket Kampung Jawi, publish wisata, penyewaan aksesories Pasar Jaten dan pelatihan lilin Aromaterapi.

"Kemudian dalam bidang pendidikan terdapat omah bahasa, pelatihan managemen pariwisata, training motivasi dan omah moco. Adapun dalam bidang kesehatan ada cek kesehatan serta edukasi wijik atau cuci tangan. Tak kalah penting di bidang lingkungan dan infrastruktur ada taman obat, lampion pasar, dan petunjuk arah," terangnya.

Sementara itu, Penggagas Kampung Jawi, Siswanto berharap memelihara kebudayaan Jawa bisa menjadi tanggung jawab generasi milenial. Budaya Jawa harus tetap lestari walaupun perkembangan teknologi terus berkembang. Ia khawatir generasi milenial sekarang lebih fokus bermain gadget, ketimbang nguri-nguri budaya Jawa.

"Ide untuk membuat spot foto wayang Wisanggeni sudah lama saya dambakan. Namun terkendala oleh biaya. Untuk itu, saya mengapresiasi tim KKN Unnes yang telah berhasil membuat spot foto wayang Wisanggeni. Melalui spot foto itu merupakan sebuah strategi agar anak muda mau mengenal kebudayaan Jawa yang ada di Kampung Jawi. Sebab zaman sekarang anak muda juga gemar sekali untuk berswa foto," ungkapnya.


(Pamungkas Ashadi/CN26/SM Network)