• KANAL BERITA

Hingga Awal November, PMI Batang Telah Rehab 16 RTLH

PERBAIKAN: Relawan PMI Batang bersama warga saat memperbaiki rumah penduduk yang rusak akibat bencana alam. (suaramerdeka.com/Kasirin Umar)
PERBAIKAN: Relawan PMI Batang bersama warga saat memperbaiki rumah penduduk yang rusak akibat bencana alam. (suaramerdeka.com/Kasirin Umar)

BATANG ,suaramerdeka.com - PMI Kabupaten Batang hingga awal November tahun ini telah merehab 16 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan memberikan bantuan sejumlah 26 rumah rusak akibat bencana alam.

"Khusus untuk puluhan rumah rusak akibat bencana alam seperti kebakaran, angin kencang dan sebab lainnya. Bantuan yang kami salurkan berupa uang tunai dan sembako," ujar Ketua PMI Batang Achmad Taufiq melalui Kepala Markas Kusnadi, selepas memberikan bantuan rumah roboh akibat tertimpa pohon petai di Desa Pesalakan Kecamatan Bandar, Rabu (6/11).

Kusnadi menuturkan untuk bantuan rehab RTLH memang khusus diberikan kepada warga tidak mampu, yang mana rumah bakal dipugar secara keseluruhan. Tahun ini ditargetkan 30 RTLH dapat diselesaikan.

Dikatakan, untuk rumah rusak akibat bencana, PMI Batang tidak memiliki batasan jumlah. Semaksimal mungkin PMI akan terus hadir di tengah-tengah masyarakat yang membutuhkan. "PMI Batang tidak hanya datang menolong dengan memberikan bantuan. Namun selalu memberikan edukasi kepada masyarakat agar memiliki kesadaran mitigasi bencana," jelasnya.

Kusnadi menambahkan, mitigasi bencana perlu diketahui masyarakat Batang, apalagi saat ini memasuki musim penghujan. Ancaman bencana banjir, angin kencang, longsor dan sebagainya, wajib diwaspadai oleh seluruh masyarakat. Dia mencontohkan kejadian yang dialami oleh Sunarto, warga Desa Pesalakan Bandar yang rumahnya roboh tertimpa pohon petai. Beruntung tidak ada korban jiwa, meskipun rumah rusak dan merugi hingga Rp. 20 juta.

Jika setiap warga memiliki kesadaran mitigasi bencana, maka dia akan mengamati lingkungan sekitarnya. Semisal saja dengan menyadari ancaman bencana sedini mungkin,seperti keberadaan pohon besar, tebing, saluran air, dan lainnya. Kemudian mengambil langkah-langkah pencegahan agar mengurangi risikonya. "Jika memiliki kesadaran tersebut. Harapannya kejadian bencana tidak sampai memakan korban jiwa maupun materi," terang Kusnadi.

Dalam kesempatan itu, Kasi Perlengkapan Markas PMI Batang Maman Eko, menambahkan, menjelang musim hujan ini PMI Batang telah mempersiapkan diri dan berbenah. Baik dalam segi peralatan maupun logistik. Diantaranya menyiapkan perahu karet, peralatan P3K dan ambulan. "Tentu kesiapan dari PMI ini juga harus di dukung dari seluruh warga Batang," katanya.


(Kasirin Umar/CN26/SM Network)