• KANAL BERITA

Penting, Wayang Sebagai Pilar Peradaban Bangsa

Menko PMK Buka Hari Wayang Dunia

Rektor ISI Surakarta Dr Guntur menyerahkan tokoh wayang Bima kepada Menko PMK Prof Muhadjir Effendy dalam pembukaan Peringatan Hari Wayang Nasional dan Dunia, Selasa (5/11) malam, di kampus setempat. (suaramerdeka.com/Dok)
Rektor ISI Surakarta Dr Guntur menyerahkan tokoh wayang Bima kepada Menko PMK Prof Muhadjir Effendy dalam pembukaan Peringatan Hari Wayang Nasional dan Dunia, Selasa (5/11) malam, di kampus setempat. (suaramerdeka.com/Dok)

SOLO, suaramerdeka.com - Posisi wayang dalam konstelasi peradaban bangsa, kata Rektor Institut Senin Indonesia (ISI) Surakarta Dr Guntur MHum, sangat menonjol karena nilai-nilai dan ajarannya mampu memberikan pelajaran hidup dan kehidupan manusia.

 

Di sini pentingnya wayang sebagai jiwa, cermin kehidupan, perekat kebhinnekaan, serta pilar peradaban bangsa. Bahkan, wayang menjadi ikon dan identitas bangsa yang sangat diperlukan untuk mewujudkan kebudayaan nasional Indonesia di tengah dinamika perkembangan dunia. Kekuatan wayang yang demikian telah dijadikan salah satu masterpiece budaya dunia oleh UNESCO.

"Wayang sebagai salah satu kekayaan seni budaya Indonesia merupakan investasi untuk membangun masa depan dan peradaban bangsa demi terwujudnya tujuan nasional sesuai Undang-Undang Dasar 1945," kata Guntur.

Hal itu dia sampaikan ketika memberi sambutan dalam pembukaan Peringatan Hari Wayang Dunia dan Hari Wayang Nasional, Selasa (5/11) di Pendhapa GPH Joyokusumo ISI Surakarta Kampus Kentingan. Ada pun tema peringatan tahun ini adalah "AYONDHALANG : Wisata Budaya Wayang Anut Jaman Kelakoné".

Sementara itu, Menteri Kooordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Prof Muhadjir Effendy menyatakan akan tetap mengawal pemajuan kebudayaan nasional. Menurut dia, negara harus hadir untuk pemajuan kebudayaan. Bahkan tahun ini sudah ada dana alokasi khusus (DAK) kebudayaan yang diharapkan jumlahnya tiap tahun meningkat. Di samping itu juga sudah disetujui adanya dana abadi kebudayaan.

Dengan terbitnya berbagai regulasi tentang pemajuan kebudayaan, kata dia, diharapkan kegiatan bidang kebudayaan dapat lebih masif lagi lakukan oleh stakeholder, baik pemerintah, akademisi, dan masyarakat umum. Salah satunya adalah peringatan wayang dunia dan nasional yang dilaksanakan oleh ISI.

"Saya anak dalang, selain guru bapak saya juga seorang dalang. Karakter pribadi saya seperti ini terbentuk dari wayang," pungkasnya.


(Langgeng Widodo/CN39/SM Network)