• KANAL BERITA

BBM di SPBU Bukan untuk Dijual Kembali

Foto: suaramerdeka.com/Dok
Foto: suaramerdeka.com/Dok

SOLO, suaramerdeka.com - SPBU adalah lembaga penyalur terakhir penjualan BBM dari produsen, yaitu Pertamina, kepada konsumen. Artinya, kata Senior Supervisor Communication and Relations MOR IV PT Pertamina (Persero) Arya Yusa Dwicandra, kalau berpijak dari peraturan presiden itu sebenarnya BBM yang dijual di SPBU tidak untuk dijual kembali.

Pembelian BBM dengan jerigen, sesuai Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 Tahun 2014, sebenarnya ditujukan bagi para petani, nelayan, atau UKM yang memang jaraknya jauh dari SPBU. Dan mereka harus menggunakan surat rekomendasi dari SKPD setempat, baik itu dinas terkait,  camat, atau lurah.

Hal itu dikatakan, Rabu (6/11), untuk merespon keluhan para pedagang BBM eceran di sejumlah tempat di Solo, baik itu eceran di botol maupun dalam POM Mini. Mereka mengeluhkan layanan para petugas SPBU lantaran tidak diberi izin membeli BBM jenis pertalite menggunakan jerigen, dalam seminggu terakhir.

Mereka hanya boleh membeli pertamax. Akibatnya, penjualan BBM mengalami penurunan. Sebab, kata Yanto (30), salah seorang pedagang BBM eceran di Solo, kebanyakan pelanggan lebih memilih pertalite yang harganya lebih terjangkau.

Lebih lanjut Arya mengatakan, selain ada Perpres 191 Tahun 2014, tentang larangan pembelian BBM menggunakan jerigen tanpa adanya rekomendasi dari SKPD, pengisian pertalite di jerigen dalam jumlah banyak di SPBU juga dikeluhkan para konsumen yang akan mengisi BBM karena merasa terganggu. Apalagi faktor keamanan dari jerigen juga dinilai masih kurang.

Meski sudah ada regulasi yang jelas dan mengganggu kenyamanan konsumen, serta masih kurangnya faktor keamanan, namun kata Arya, Pertamina dan Hiswana Migas tetap akan kooperatif dan bersedia berdiskusi dengan pemerintah daerah setempat. Apalagi kalau ada solusi pembukakan SPBU tipe kecil di daerah untuk memudahkan para petani, nelayan, dan pelaku usaha mikro membeli BBM.

 


(Langgeng Widodo/CN39/SM Network)