• KANAL BERITA

Kabinet Baru Diharap Lebih Serius Atasi Terorisme

Foto: suaramerdeka.com / dok
Foto: suaramerdeka.com / dok

SEMARANG, suaramerdeka.com - Anggota Komisi A DPRD Jawa Tengah Sururul Fuad dengan tegas menyatakan bahwa terorisme tidak boleh hidup di Indonesia. Selain mengancam ketahanan negara, terorisme juga menimbulkan dampak yang negatif dalam kehidupan bermasyarakat yang tidak dapat dianggap sepele.

"Terorisme sudah pasti akan memunculkan keresahan di kehidupan masyarakat. yang lebih berbahaya lagi terorisme dapat mengembangkan rasa saling curiga antar umat beragama. Agama manapun tidak ada yang membolehkan penganutnya melakukan tindakan kekerasan,terorisme, atau ancaman terhadap keberlangsungan hidup manusia. Kalau ada pelaku terorisme yang mengatasnamakan agama, sesungguhnya dia tak beragama," jelas Dewan asal Bumiayu itu.

Saat disinggung mengenai jaringan terorisme yang seringkali dikaitkan dengan gerakan-gerakan islam radikal Fuad menanggapi bahwa pemerintah tentunya punya instrumen yang kuat untuk mengungkap siapakah dalang dibalik jaringan terorisme tersebut. "Kiranya aparat dapat mengungkap dengan gamblang terkait jaringan maupun tindakan terorisme yang terjadi dan jangan sampai terjadi kesalahpahaman di benak masyarakat," ujar Anggota Fraksi PKS tersebut.

Terkait upaya pencegahan terorisme Fuad senada dengan Pengamat terorisme dari Universitas Malikussaleh Aceh, Al Chaidar yang menyebutkan bahwa memangkas gerakan radikal harus diimbangi juga dengan membenahi fundamental pelaku teror. "Karena bisa saja pelaku teror sudah berhenti secara tindakan tapi ideologinya masih tertanam" jelas Fuad.

Fuad pun berharap Kabinet Pemerintahan yang baru dapat menentukan langkah strategis terkait pencegahan tindakan terorisme terutama di bidang keagamaan dan pendidikan. "Semoga Kemenag dan Kemendikbud dapat berkolaborasi dengan memberikan pemahaman-pemahaman yang benar terkait Agama dan Ideologi, sehingga bibit-bibit terorisme tidak dapat berkembang di Indonesia," tutupnya.

 


(Andika Primasiwi/CN26/SM Network)