• KANAL BERITA

Peduli Terhadap Lingkungan

Lurah Kemijen

Lurah Kemijen, Dwi Wiyana. (suaramerdeka.com / Eko Fataip)
Lurah Kemijen, Dwi Wiyana. (suaramerdeka.com / Eko Fataip)

BERADA  paling utara di antara kelurahan-kelurahan lain di Kecamatan Semarang Timur, Kemijen dihadapkan persoalan klasik seperti rob dan banjir. Lurah Kemijen, Dwi Wiyana tak memungkiri, sederet problem lain juga dia temui ketika awal kali menerima tanggung jawab sebagai lurah pada Oktober 2017 lalu. Dwi gencar mengajak dan mendorong warganya agar peduli terhadap lingkungan. Beberapa kegiatan yang terkait dengan kebersihan dan lingkungan selalu menjadi prioritasnya.

Beruntung sejumlah organisasi di tingkat kelurahan seperti LPMK, secara aktif dan antusias mendukung program-program yang dia gagas. "Dukungan LPMK dan organisasi kelurahan lain sangat banyak membantu. Kesulitan-kesulitan yang selama ini kami temui, perlahan menjadi lebih ringan berkat kekompakan warga," kata Dwi di Kantor Kelurahan Kemijen, Kecamatan Semarang Timur, Jalan Penjaringan I.

Dwi tak bosan-bosannya mengajak warga agar peduli dengan persoalan sampah. Mengatasi persoalan banjir menurutnya tak bisa lepas dari upaya pengelolaan sampah. "Memang masih ada sebagian wilayah kami yang akrab dengan persoalan sampah. Ini menyangkut kesadaran masyarakat yang masih kurang. Khusus di RW 4, problenya masih banjir, karena saluran-saluran yang ada, penuh dengan sedimentasi," ujarnya.

Secara umum kegiatan-kegiatan di tingkat RT hingga RW sudah berjalan baik, termasuk yang berhubungan dengan kebersihan. Tiap pekan, warga setempat juga rutin melakukan kerja bakti. Lulusan sarjana ilmu sosial dan politik itu menyadari, belum seratus persen persoalan sampah di tempatnya terselesaikan. Untuk sementara ini, pihaknya terkendala dengan sarana dan prasarana.

"Persoalan sampah bagi kami cukup dilematis. Ketika diberikan bak kontainer, kami kesulitan untuk menempatkannya. Tempat-tempat pembuangan sampah sementara juga masih terbatas," imbuhnya.

Belum lama ini, pihaknya menerima bantuan dari pemerintah kota. Sampah-sampah yang tertimbun di sebagian wilayah tersebut kini sudah mulai diuruk. "Sebelumnya ada kunjungan dari pak Hendi (wali kota-red). Kemudian pemerintah memfasilitasi dengan melakukan pengurukan, karena kalau tidak diuruk akan bertebangan ke mana-mana dan terkesan kumuh," jelasnya.

Pengaruh Positif

Pihaknya pun berharap, Sungai Banjirkanal Timur yang kini dalam proses normalisasi, akan memberikan pengaruh positif terhadap wilayahnya. Paling tidak meminimalkan risiko banjir. Sebab sebagian bencana banjir yang pernah terjadi selama ini, salah satunya disebabkan luapan air dari sungai tersebut ketika musim hujan.

Lurah kelahiran Boyolali, 14 Mei 1964 ini kini tinggal di Gemah, Kedungmudu, Tembalang. Sebelumnya, ia sempat ditempatkan sebagai Sekretaris Lurah dan Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial Kelurahan Plamongansari, Pedurungan selama kurang lebih 10 tahun (2007-2017). Pada 2001, Dwi lebih dulu ditugaskan di Kelurahan Tlogomulyo, Pedurungan hingga 2007.

"Kami akan terus berbenah, karena banyak hal yang harus diselesaikan. Kami perlu dukungan peran serta warga. Sejauh ini pemuda-pemuda di wilayah sini cukup aktif dan kreatif," sebutnya.

Pada tahun lalu, Kelurahan Kemijen meraih peringkat ketiga Lomba Ramah Lingkungan tingkat Kota Semarang. Kemudian untuk tahun ini, kelurahan yang memiliki 11 RW, 82 RT dengan 14 ribu penduduk itu memperoleh Juara II Lomba Kampung Iklim yang diselenggarakan Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang.

Menurut Dwi ada beberapa indikator yang menjadi penilaian, mulai dari kebersihan lingkungan hingga pemanfaatan lahan. "Kelurahan kami diberi kesempatan untuk maju ke tingkat nasional tahun depan. Karena itu, kami sedang melengkapi beberapa hal yang belum sempurna, seperti penghijauan dan pengelolaan sampah," paparnya.


(Eko Fataip/CN26/SM Network)