• KANAL BERITA

Menumbuhkan Kepercayaan Warga

Lurah Stondol Wetan

 Lurah Stondol Wetan, Ali Akbar Masdiq. (suaramerdeka.com / Eko Adi N)
Lurah Stondol Wetan, Ali Akbar Masdiq. (suaramerdeka.com / Eko Adi N)

KEHADIRAN Ali Akbar Masdiq di Kelurahan Srondol Wetan, Kecamatan Banyumanik, seperti membangkitkan kelurahan itu dari tidur panjangnya. ''Tugas saya membangun semangat warga untuk bangkit,  melaksanakan program pemerintah kota. Pada saat bersamaan, saya menguatkan relasi kekeluargaan warga, dan membuat mereka bangga sebagai warga Srondol Wetan, kata pria kelahiran Pati 17 Agustus 1963 itu.

Pekerjaan pertamanya adalah membangun sistem kelembagaan dan organisasi kelurahan agar semakin tertib, serta menumbuhkan kepercayaan,'' kata mantan Lurah Cangkiran, Sumurboto, dan Banyumanik itu.

Pertemuan warga yang sebelumnya tidur, dibangunkan lagi untuk meningkatkan partisipasi masyarakat. Setelah itu berjalan, pria yang sempat pula bertugas di Dinas Sosial, Pemuda, dan Olahraga itu, mematangan program kegiatan, selanjutnya meningkatkan prestasi.

"Kelurahan ini lama tak tersentuh, jarang berpartisipasi dalam lomba-lomba tingkat kecamatan atau kota. Kini bangkitkan semangat, konsolidasi di masyarakat," ujar lurah yang karir kepegawaiannya dimulai tahun 1990 di Pemkab Boyolali.

Ia pun membenahi pelayanan internal untuk bangun kepercayaan warga.  Kepercayaan itu penting agar hubungan kelurahan dengan warga semakin dekat, dan menampung aspirasi warga. ''Mulai dengan memperbaiki lembaga mulai dari RT, RW, agar bisa munculkan program dan kegiatan. Dulu kegiatan RT RW hampir tak berjalan,'' kata suami dari Sa'diyah itu.

Sejak kehadiran Ali di Srondol Wetan, 1 Januari 2017, sejumlah prestasi telah diraih seperti juara 2 Bulan Bakti Gotong Royong tingkat Kota Semarang, terbaik administrasi kelurahan tingkat kecamatan, juara I balita sehat kota 2018, dan juara 2 balita sehat tingkat Jateng. Selanjutnya Kelompok Wanita Tani juara 2 dan 3 kelompok tani perkotaan kategori mandiri.

Bangun Kepercayaan

Kuncinya, dia  membangun kepercayaan dengan memberikan pelayanan terbaik, cepat, mudah,  cermat, serta memunculkan keterbukaan informasi kelurahan kepada masyarakat.

"Itu modal awal saya. Selanjutnya tunjukkan kerja nyata langsung terjun beri contoh. Kalau warga kerja bakti kita datang. Jadi beri keteladanan pada masyarakat dengan kerja nyata.Bersamaan dengan itu, saya memberikan kepercayaan kepada RT/RW untuk mengelola potensi dan memberdayakan warganya," ujar pria yang pindah ke Semarang sebagai staf asisten I Tata Praja Kota Semarang tahun 1995.

Potensi Kelurahan Srondol Wetan sesungguhnya luar biasa. Di wilayah dengan luas 226,384 ha itu memiliki sarana dan prasarana komplet. Ada 6 sekolah dasar, di antaranya SD unggulan. Beberapa SMP unggulan seperti SMP 21 dan SMP 12, serta SMA 4 yang menjadi favorit di Banyumanik.

Fasilitas kesehatan juga komplet, dengan hadirnya RS Hermina dan RS Banyumanik. Beberapa kantor cabang perbankan, Polsek Banyumanik, serta kantor Ditreskrim Polda Jateng. UMKM Centet juga beada di Srondol Wetan. ''Semua itu merupakan kekayaan dan peluang warga untuk memberdayakan diri,'' ungkap Ali.

Sektor UMKM juga difasilitasi karena jumlahnya yang banyak terbukti menjadi penopang ekonomi keluarga. Ia juga mendorong Kampung Anggrek yang sudah bernilai ekonomi. Kini wilayah dengan penduduk 23.532 jiwa yang terbshi dalam 18 RW dan 130 RT, sedang giat menanam toga di pekarangan rumah. Dua kelompok tani, Pemanfaatan Lahan Pinggir Kali 'Pelangi' dan Girli Rabat atau Pinggir Kali Rasamala Barat menjadi penggeraknya.


(Eko Adi Nuryanto/CN26/SM Network)