• KANAL BERITA

Pemutihan Penunggak Iuran Peserta BPJS Adalah Domain Perjuangan Wakil Rakyat

Sejumlah Anggota DPRD Kabupaten Pekalongan mengikuti rapat kerja bersama BPJS Kesehatan, RSUD Kajen, RSUD Kraton dan Dinas Kesehatan Kabupaten, di ruang rapat Komisi D DPRD Kabupaten Pekalongan..(suaramerdeka.com/Agus Setiawan)
Sejumlah Anggota DPRD Kabupaten Pekalongan mengikuti rapat kerja bersama BPJS Kesehatan, RSUD Kajen, RSUD Kraton dan Dinas Kesehatan Kabupaten, di ruang rapat Komisi D DPRD Kabupaten Pekalongan..(suaramerdeka.com/Agus Setiawan)

PEKALONGAN, suaramerdeka.com - Kebijakan pemerintah pusat menaikkan iuran BPJS Kesehatan disayangkan sejumlah pihak termasuk kalangan politikus di DPRD Kabupaten Pekalongan. Bahkan, DPRD Kabupaten Pekalongan berencana mendatangi ke DPR RI untuk menyampaikan usulan mengenai masalah tersebut dengan harapan bisa disampaikan ke kementerian terkait.

Sehubungan dengan kenaikkan iuran BPJS Kesehatan, salah satu Anggota DPRD Kabupaten Pekalongan menyampaikan pertanyaan kepada BPJS Kesehatan Pekalongan dalam sebuah rapat bersama IDI Pekalongan, RSUD Kajen, RSUD Kraton dan Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan.

Di hadapan peserta rapat Anggota DPRD Kabupaten Pekalongan dari Fraksi PKB, Fatkhiana Dewi menceritakan, terdapat salah satu warga di daerah pemilihannya yang tidak mampu awalnya mendaftar sebagai peserta mandiri BPJS Kesehatan. Tapi lama tidak membayar iuran. Ditambah dengan kenaikkan iuran yang cukup drastis, membuat yang bersangkuta tak mampu bayar iuran.

Kemudian, lanjut dia, pemerintah daerah terdapat program Jamkesda. Apakah kewajiban membayar iuran dari yang bersangkutan bisa diputihkan serta bisa ia bisa dimasukkan dalam program Jamkesda.

Menanggapi pertanyaan tersebut Kepala BPJS Pekalongan, Dody Pamungkas menyatakan, berkaitan persoalan pemutihan masalah tersebut bukan porsi dari BPJS Kesehatan, melainkan domain dari para wakil rakyat untuk memperjuangkannya.

Namun, dia menegaskan bahwa tunggakan iuran dari peserta BPJS Kesehatan tercatat sebagai piutang negara. "Jadi itu bukan menjadi porsi kami," pungkas dia.


(Agus Setiawan/CN40/SM Network)