• KANAL BERITA

Bagaimana Kewajiban SPT Pensiunan?

Oleh: Judi Budiman

Judi Budiman. (suaramerdeka.com/dok)
Judi Budiman. (suaramerdeka.com/dok)

AKHIR-akhir ini banyak yang bertanya tentang bagaimana jika sudah pensiun apakah harus tetap menyampaikan SPT? Berikut ini akan kami jelaskan secara sederhana atau garis besarnya tentang kewajiban penyampaian SPT oleh para pensiunan.

Penghasilan Pensiuan

Memang setiap orang pasti akan memiliki rencana-rencana sendiri dalam rangka menghadapi hari tua atau masa pensiun. Tidak semua organisasi atau institusi memiliki aturan yang sama tentang kira-kira usia berapa seorang pegawai atau karyawan akan memasuki usia pensiun. Untuk pegawai negeri sipil misalnya pegawainya tentu akan memasuki usia pensiun dengan tingkat usia yang berbeda-beda, tergantung tingkat kepangkatan atau golongan masing-masing karyawan. Juga di institusi kemiliteran tentu setiap anggota atau pegawai memiliki tingkat usia pensiun yang berbeda-beda sesuai dengan tingkat kepangkatan yang dimiliki oleh masing-masing angggota atau pegawai.

Aktivitas pensiunan antara orang satu dengan yang lain tentu berbeda-beda, ada yang mengisi masa pensiunnya dengan melakukan usaha, kegiatan sosial atau berorganisasi, juga ada yang mengisi masa pensiun dengan menggeluti profesi yang baru, dan kegiatan lain yang dirasa bermanfaat untuk mengisi dan menikmati kehidupan di masa-masa pensiun. Oleh karenanya meskipun sudah memasuki usia pensiun, masih sangat potensial untuk memperoleh penghasilan dari aktifitas yang dilakukannya.

Sebagai misal pensiunan yang memiliki usaha atau perusahaan, maka dari aktifitasnya itu akan memiliki potensi untuk mendatangkan penghasilan. Oleh karenanya jika pensiunan memiliki usaha sperti ini maka pensiunan tersebut selain memiliki penghasilan dari uang pensiun juga mendapatkan penghasilan dari usaha yang dilakukannya. Namun demikian pada kenyataannya tidak sedikit pensiunan yang tidak memiliki penghasilan lain selain penghasilan yang diperoleh dari uang pensiun dari lembaga penyelenggara dana pensiun.

SPT Pensiunan

Benarkah para pensiunan tidak wajib menyampaikan SPT (surat pemberitahuan) pajak? Sebenarnya sepanjang kita masih memiliki NPWP maka kita wajib menyampaikan SPT pajak, namun demikian bagi pensiunan yang penghasilan nettonya per bulan tidak melebihi 4,5 juta maka pensiunan tersebut dapat mengajukan NE (non efektif) tentang NPWP nya ke Ditjen Pajak melalui KPP tempat ia terdaftar sebagai wajib pajak. Hal tersebut sesuai dengan PMK Nomor. 101/PMK.010/2016 bahwa besarnya PTKP (penghasilan tidak kena pajak) wajib pajak orang pribadi sebesar 4,5 juta perbulan atau 54 juta dalam satu tahun.

Oleh karena itu bagi pegawai yang belum pensiun juga, jika penghasilan netto nya per bulan tidak melebihi jumlah dimaksud tidak perlu mengajukan untuk memperoleh NPWP. Oleh karena itu bagi pensiunan yang penghasilan nettonya tidak melebihi PTKP yang ditetapkan jika ingin tidak memiliki kewajiban menyampaikan SPT maka tetap harus melalui prosedur dengan cara mengajukan NE (non efektif) NPWP. Kalau tidak mengajukan NE (non efektif) maka kalau tidak menyampaikan SPT pajak tetap akan mendapatkan sangsi sesui ketentuan yang berlaku dalam UU nomor 16 tahun 2009 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan.

Jika pensiunan tersebut sudah menikah atau bahkan masih memiliki tanggungan, maka PTKP nya akan lebih besar lagi, yakni lebih dari 4,5 juta sebulan atau akan lebih dari 54 juta dalam setahun. Jika penghasilannya semata-mata dari pensiun kurang dari itu maka dapat mengajukan NE (non efektif). Namun demikian kami ulangi lagi jika seorang pensiunan selain mendapatkan penghasilan dari uang pensiun juga masih mendapatkan penghasilan lainnya misalnya dari usaha atau perusahaan, meskipun jumlah uang yang diterima dari pensiun lebih kecil dari PTKP maka tetap berkewajiban menyampaikan SPT pajak dan tidak bisa mengajukan NE (non efektif).

Demikin penjelasan singkat kami, semoga bermanfaat.

Judi Budiman MSc SE Akt CA ACPA BKP, adalah Ketua Pusat Solusi Pajak Kadin Jateng

*) Para pembaca boleh mengirimkan pertanyaan sekitar permasalahan PPh dan PPN & PPnBM ke redaksi dengan melampirkan identitas diri (KTP/SIM) disertai no tlp/hp yang bisa dihubungi melalui e-mail: [email protected] atau ke WA. 085727148181.


(Red/CN40/SM Network)

Baca Juga
Tirto.ID
Loading...
Komentar