• KANAL BERITA

Mengubah Stigma Negatif Kalialang Lewat Kebudayaan

Wisata Kampung Jawi Terus Berinovasi

Tarian sendra tari untuk merayakan ulang tahun Kampung Jawi ke-4. Hal itu berlangsung dalam acara "Labet Labuh Kampung Jawi" dan "Dumadining Kampung Jawi", baru-baru ini. (suaramerdeka.com/Pamungkas Suci Ashadi)
Tarian sendra tari untuk merayakan ulang tahun Kampung Jawi ke-4. Hal itu berlangsung dalam acara "Labet Labuh Kampung Jawi" dan "Dumadining Kampung Jawi", baru-baru ini. (suaramerdeka.com/Pamungkas Suci Ashadi)

DULU daerah Kalialang di Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Gunungpati dikenal sebagai daerah pinggiran dan jauh dari perkotaan. "Bahkan di berbagai media sering memberitakan daerah Kalialang sering terjadi kekeringan, longsor, kemiskinan dan begal" ujar Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), Siswanto, ketika mengingat masa lalu kondisi Kalialang, sebelum menjadi wisata Kampung Jawi.

Kondisi itu, membuat orang maupun pejabat pemerintahan enggan untuk berkunjung ke Kalialang.

Keadaan yang demikian, membuat Siswanto berupaya untuk merubah stigma (pandangan) negatif masyarakat terhadap kondisi Kalialang. Salah satunya lewat kesenian tradisi Jawa. Kini dengan mengusung konsep objek pariwisata Kampung Jawi, banyak kegiatan yang bernuansa melestarikan budaya Jawa, misalnya ada pelatihan bagi pemuda untuk memainkan alat musik tradisional karawitan, seperti angklung, gamelan, gong, dan kendang.

Kemudian tak kalah menarik, Penggas Kampung Jawi itu, juga membuat Pasar Jaten bernuansa zaman majapahit atau biasa disebut angkringan Kampung Jawi. Setiap malam angkringan itu ramai dikunjungi ratusan dan bahkan ribuan orang. Ada pun penerangan dengan menggunakan sentir dan obor. Bahkan pengunjung akan terasa terhibur adanya musik dangdut maupun kroncongan, serta tersedia berbagai spot foto.

"Kondisi Kampung Jawi sekarang sudah mulai ramai pengunjung. Terutama di angkringan Kampung Jawi yang dibuka mulai sore hingga tengah malam. Hal ini menjadi kebanggan bagi saya bisa merubah mindset Kampung Jawi menjadi pariwisata. Karena saya sebagai pemerhati budaya, jadi citra Kalialang yang buruk, saya ubah melalui budaya. Sebab budaya Jawa bisa menjadi edukasi wisata di zaman yang semakin berkembang ini," imbuh Siswanto.

Menurutnya, sejak angkringan Kampung Jawi ramai pengunjung, banyak membuat Kalialang mengalami perkembangan. Dari segi infrastruktur jalan sudah berubah menjadi bagus. Termasuk pedagang yang ada di Kampung Jawi, setiap malam bisa mendapatkan keuntungan yang banyak. Tentu hal yang demikian bisa mengubah citra perekonomian warga, yang dulu dikatakan miskin.

"Setiap bulan omset angkringan Kampung Jawi bisa tembus Rp 200 juta. Sebenarnya, dalam hal transaksi, kami menggunakan uang kepeng. Satu kepeng bernilai Rp 2 ribu. Namun karena setiap malam pengunjung mencapai ratusan bahkan ribuan, kami belum bisa menyediakan kepeng sebanyak itu. Termasuk dari pengunjung tidak mau ribet untuk menukar uang jadi kepeng," ungkap Siswanto, yang juga menjabat sebagai ketua RW 1 di Jalan Kalialang Lama Vll.

Terus Berinovasi

Pria yang suka memakai baju hitam dan blangkon itu mengimbuhkan, akan terus berbenah dan berinovasi demi perkembangan wisata kampung Jawi. Upaya yang dilakukanya dengan merawat Kampung Jawi melalui acara Labet Labuh Kampung Jawi, serta prosesi sendra tari "Dumadining Kampung Jawi". Acara itu diadakan untuk merayakan ulang tahun Kampung Jawi yang ke-4, Sabtu (26/10).

Ada pun rangkaian dalam acara tersebut dihadiri Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang, Indriyasari. Sebelumnya sore diadakan kirab budaya dengan mengangkat tema budaya religi dan pendidikan. Diikuti oleh seluruh warga dan pelajar di RW1. Setelah itu, dilanjutkan kidungan (berdoa) bersama.

"Biasanya kalau di tempat lain dengan mengadakan ketoprak dan wayangan. Tetapi Kampung Jawi menyajikan kegiatan berbeda, yaitu memetri (merawat) Kampung Jawi dengan ciri khas penyalaan obor dan sentir. Kemudian para sendra tari memakai pakaian putih-putih disertai kidungan atau suluk," terangnya.

Ia mengimbuhkan, dalam acara memetri Kampung Jawi dihadiri Dinas Kebudayaan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang, Indriyasari untuk memberikan sambutan. Termasuk rombongan dari arsitektur Universitas Bina Nusa Jakarta turut hadir. Mereka penasaran dengan Kampung Jawi. Termasuk penasaran dengan prosesi kebudayaan Kampung Jawi.


(Pamungkas Ashadi/CN40/SM Network)