• KANAL BERITA

Sebanyak 11 Desa di Rembang Rawan Konflik Pilkades

Bupati Abdul Hafidz, secara simbolis memeriksa kelengkapan pasukan TNI/Polri/Linmas dalam pelaksanaan apel pergeseran pasukan pengamanan Pilkades, Selasa (5/11). (suaramerdeka.com/Ilyas al-Musthofa)
Bupati Abdul Hafidz, secara simbolis memeriksa kelengkapan pasukan TNI/Polri/Linmas dalam pelaksanaan apel pergeseran pasukan pengamanan Pilkades, Selasa (5/11). (suaramerdeka.com/Ilyas al-Musthofa)

REMBANG, suaramerdeka.com – Apel pergeseran pasukan dalam rangka pengamanan Pilkades digelar Polres Rembang bersama Kodim 0720 serta Linmas Pemkab Rembang, Selasa (5/11). Sebanyak 11 desa ditetapkan sebagai wilayah rawan konflik Pilkades 2019.

Biasanya sebagai penanda telah memilih, selalu mencelupkan jari pada tinta. Pilih tinta di bawah ini.

Ke-11 desa rawan konflik Pilkades tersebut berada pada enam kecamatan berbeda. Masing-masing adalah Kecamatan Sarang, Sumber, Sulang, Sedan, Lasem serta Gunem. Namun, nama sebelas desa rawan tersebut tidak disebutkan ke publik.

Kapolres Rembang, AKBP Dolly Primanto menyatakan, terhadap desa yang rawan akan mendapatkan perlakukan khusus, terutama soal jumlah personel pengamanan. Penempatan personel pengamanan akan menyesuaikan kharakater wilayah, ada yang satu atau dua personel setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Ia menyebutkan, secara total sebanyak 2.000 personel yang dilibatakan dalam pengamanan Pilkades serentak. Jumlah tersebut sudah termasuk bantuan dari Kodim 0720 Rembang dan jajaran Polres eks Wilayah Pati.

“Pemetaan, ada 11 desa di beberapa kecamatan yang masuk kategori rawan. Mudah-mudahan aman. Untuk langkah pencegahan, kami minta personel pengamanan sambang ke seluruh calon Kades, deklarasi dalami, siap kalah dan menang,” terang Dolly.

Tidak Ada Senpi

Ia menegaskan, dalam pengamanan Pilkades serentak 2019 tidak ada senjata api (senpi) yang dipegang personel pasukan di lapangan. Hal itu sebagai upaya pendekatan humanis dalam melakukan pengamanan.

“Pengamanan dilakukan tiga hari, mulai Selasa sampai sehari setelah pelaksanaan Pilkades. Tetapi tetap melihat perkembangan situasi di lapangan. Tidak ada senpi, paling hanya tongkat,” ujarnya.

Dandim 0720 Rembang, Letkol Arh Andi Budi Sulistianto mengungkapkan, siap menerjunkan personel tambahan jika diminta Polres. Saat ini, pengamanan dilakukan dengan penempatan satu desa satu personel.

Selain itu, ada juga satu pleton yang dalam kondisi siap di Makodim jika sewaktu-waktu dibutuhkan. “Tidak ada personel bantuan dari luar Kodim 0720 yang didatangkan, murni dari Kodim 0720 280 personel,” imbuhnya.

Sementara itu Bupati Abdul Hafidz memaparkan, sampai Selasa kemarin persiapan Pilkades sudah 99 persen berjalan baik. Hanya ada satu desa, yaitu Menoro Kecamatan Sedan yang masih dalam proses sengeketa di PTUN.

“Pilkades dilakukan serempak sesuai dengan rencana. Ada satu desa proses di PTUN. Namun, hal itu tidak menghentikan Pilkades. Apalagi proses (PTUN) baru memeriksa dokumen atau saksi. Persiapan Polri, TNI, Linmas saya kira sudah 99 persen,” pungkas Hafidz.


(Ilyas al-Musthofa/CN40/SM Network)