• KANAL BERITA

Rahasia Resep Juara

Lurah Mangunharjo, Yuliatun SE

Lurah Mangunharjo, Yuliatun foto bersama usai kerja bakti bersama warga RW 2, Minggu (3/11).(suaramerdeka.com/dok)
Lurah Mangunharjo, Yuliatun foto bersama usai kerja bakti bersama warga RW 2, Minggu (3/11).(suaramerdeka.com/dok)

KELURAHAN Mangunharjo, Kecamatan Tembalang merupakan wilayah yang sangat progresif dalam 10 tahun terakhir. Banyak perubahan, dari bidang ekonomi, sosial, budaya, sampai kemasyarakatan. Puncaknya, menyabet juara umum dalam kompetisi kampung hebat pada 2018.

Ketua RT 2/RW 2, Aris Mustaqin mengatakan, banyak kemajuan pesat, administrasi tertata, sering memenangkan lomba, nama Mangunharjo makin dikenal. (suaramerdeka.com/Eko Edi)
Ketua RT 2/RW 2, Aris Mustaqin mengatakan, banyak kemajuan pesat, administrasi tertata, sering memenangkan lomba, nama Mangunharjo makin dikenal. (suaramerdeka.com/Eko Edi)

Pada tahun 2019 ini saja setidaknya 11 gelar juara diraih, seperti lomba evaluasi perkembangan desa/kelurahan tingkat Kota Semarang, lomba kampung sehat, lomba kampung tertib dan aman, best of the best lomba kampung hebat, juara II lomba evaluasi perkembangan desa/kelurahan tingkat Jawa Tengah. Kemudian lomba poskamling tingkat kecamattan, lomba grenseng RI ke-74 tingkat kecamatan, lomba K3, taman, bebas jentik kantor kelurahan se-Tembalang, serta juara III lomba tertib administrasi tingkat kecamatan. Info terkini, kelurahan itu juga menyabet juara I lomba kelompok sadar wisata tingkat kota. Jejak prestasi itu, bisa dilihat pada dereta piala di etalase kantor kelurahan, juga deretan piagam penghargaan di dinding ruang pelayanan.

Mantan Pengurus PKK Kelurahan mengatakan, bahwa lurahnya baik, ramah, disiplin, akrab, biasa turun ke masyarakat tanpa sungkan. Programnya bagus untuk PKK. Dia juga ikut bersih-bersih desa tiap minggu ada kerja bakti keliling RW. (suaramerdeka.com/Eko Edi)
Mantan Pengurus PKK Kelurahan mengatakan, bahwa lurahnya baik, ramah, disiplin, akrab, biasa turun ke masyarakat tanpa sungkan. Programnya bagus untuk PKK. Dia juga ikut bersih-bersih desa tiap minggu ada kerja bakti keliling RW. (suaramerdeka.com/Eko Edi)

Di balik kemajuan pesat itu ternyata ada Yuliatun SE, sosok lurah sederhana yang bertugas di Kelurahan Mangunharjo sejak tujuh tahun terakhir. Ditanya resep rahasianya, perempuan yang mengawali karir kepegawaiannya mulai 1987 sebagai CPNS di Semarang Utara itu  berujar pendek. ‘’Kita menjalin komunikasi yang baik dengan warga. Kita hargai mereka, kita perhatikan, akhirnya mereka sungkan sendiri. Sehingga setiap diminta untuk ikut lomba, mereka bersemangat mendukung,’’ jelas lurah yang bertugas di Mangunharjo sejak 22 Oktober 2012.

Wilayah Mangunharjo memiliki luas 303,79 hektare. Kawasan seluas itu terdiri atas 10 RW dan 74 RT, dengan 2.888 kepala keluarga yang meliputi 5.550 penduduk laki-laki dan 4.980 penduduk perempuan. Mereka hidup guyub dan bergotong royong. Kontur wilayah yang berbukit-bukit, bahkan cenderung bertanah padas justru menarik minat pengembang. Komplek perumahan tumbuh pesat, yang tentu saja membawa dampak positif penduduk lokal.

Caption

Lurah yang sebelumnya sempat bertugas di Kelurahan Kramas (2010-2012), Kasi Pemerintahan dan Pembangunan Kelurahan Pedalangan (2004-2010) serta staf Kecamatan Banyumanik itu, mampu menggerakkan partisipasi warga dalam menciptakan keamanan melalui interkoneksi antar-RT melalui poskamling dan dalam sebuah grup. Terbukti tiga tahun berturut-turut dalam lomba poskamling  tingkat Kota Semarang, juaranya dari Mangunharjo. ‘’Tahun 2016 juara, 2017 juara, 2018 juara, padahal yang maju RW-nya ganti-ganti,’’ terang sarjana ekonomi dari Universitas Pandanaran itu.

Lurah Mangunharjo, Yuliatun. (suaramerdeka.com/Eko Edi)
Lurah Mangunharjo, Yuliatun. (suaramerdeka.com/Eko Edi)

Atas catatan prestasi itu, perempuan yang tinggal di Jalan Tusam, Banyumanik, mendapat bonus diajak Wali Kota Hendrar Prihadi ke Korea Selatan. ‘’Namun tidak untuk wisata, saya belajar tentang Kota Sehat di Yonsea University,’’ ujar ibu dari Radiksa Ivan (29) dan Radiksa Arfian (25).

Di negeri Ginseng itu, istri Satrio Wahyu itu menemukan fakta bahwa angka harapan hidup warga Korea Selatan rata-rata 88 tahun. ‘’Di sana lansia tidak hanya timbang badan dan cek tekanan darah, tapi diberikan permainan seperti anak TK seperti mewarnai dan permainan. Intinya lansia diajak bergembira dan otaknya diajak berpikir. Dengan begitu bisa memperlambat kepikunan,’’ kata Yuliatun.

Lurah yang  mengembangkan kampung tematik ‘Kampung Batik Durenan Indah’’ itu akan menerapkan oleh-olehnya dari Korea Selatan akan diterapkan pada Posyandu Lansia di Mangunharjo. ‘’Nanti akan saya lengkapi pula dengan alat fitness juga,’’ ujar lurah, yang setiap pecan sekali ikut kerja bakti bersama ibi-ibu di tingkat RW .

Forum kerja bakti itu dimanfaatkan Yuliatun sebagai media komunikasi dengan warganya. ‘’Di sana saya bicara kebersihan, kesehatan, pengurangan sampah plastik, hingga program-program pemerintah. Jadi saya bisa bertemu dan berkomunikasi langsung dengan warga,’’ ujar lurah, yang mengaku kerepotan jika menyangkut urusan tanah.

Dia meminta warganya tidak takut untuk datang ke kelurahan. ‘’Saya dan perangkat kelurahan adalah pelayan warga, jadi jangan sungkan datang ke kelurahan,’’ pungkas Yuliatun.


(Eko Adi Nuryanto/CN40/SM Network)