• KANAL BERITA

Bawaslu Bentuk Tiga Kelurahan Anti Politik Uang

Bawaslu Kota Semarang melakukan sosialisasi pembentukan kelurahan anti politik uang di Kelurahan Plamongansari, kemarin. (suaramerdeka.com/Muh Khabib Zamzami)
Bawaslu Kota Semarang melakukan sosialisasi pembentukan kelurahan anti politik uang di Kelurahan Plamongansari, kemarin. (suaramerdeka.com/Muh Khabib Zamzami)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Semarang membentuk sebagai kelurahan anti politik uang di Kelurahan Sumurboto, Gayamsari dan Plamongansari. Pembentukan itu bertujuan untuk mencegah kemungkinan terjadinya praktik politik uang pada kontestasi Pilwakot 2020 Semarang mendatang.

Koordinator Divisi Hukum Data dan Informasi, Arief Rahman mengungkapkan, berdasarkan data pada pemilu 2019 lalu, jumlah laporan yang masuk dan di proses Bawaslu sebanyak 10 Pelanggaran. Hal ini, menurut Arief, membuktikan masyarakat masih banyak yang tidak berani melaporkan pelanggaran yang nyata terjadi.

"Bukan menjadi hal yang tabu untuk di tutupi, bahwa pada Pemilu 2019 lalu praktik politik uang untuk mendongkrak perolehan suara masih terjadi. Bawaslu masih kesulitan untuk memproses praktik tersebut. Maka, peran masyarakat menjadi penting untuk menangkal hal itu. Caranya, dengan berani melaporkannya dan menyertakan barang bukti yang mereka dapat," jelas Arief, Senin (4/11).

Harapannya, ketiga kelurahan itu bisa menjadi pelopor untuk 174 kelurahan lain di Kota Semarang untuk berani menolak praktik politik uang pada Pilwakot 2020 mendatang.

"Kami akan menindak tegas segala bentuk praktik politik uang dalam Pilwakot Semarang. Karena itu, pemberi dan penerima politik uang diancam pidana paling singkat 36 bulan dan paling lama 72 bulan. Serta denda paling sedikit Rp 200 juta dan paling banyak Rp 1 milyar sesuai Pasal 187 A ayat 1 UU No 10 Tahun 2016," jelasnya.

Sementara itu, Lurah Plamongansari, Adi Yunarso, menyampaikan, wilayahnya bersama dua kelurahan lain memang ditunjuk sebagai Kelurahan anti politik uang. Mereka juga telah menggelar dua kali pertemuan di mana pada pertemuan pertama dilakukan sosialisasi dan penunjukan Koordinator tingkat kelurahan.

"Kedua sosialisasi kepada warga dan pemuda," papar dia.


(Mohammad Khabib Zamzami/CN40/SM Network)