• KANAL BERITA

Malnutrisi Masih Membelenggu Anak-anak Gaza

Foto: suaramerdeka.com / dok
Foto: suaramerdeka.com / dok

GAZA, suaramerdeka.com - Suasana sedu menyeruak ketika relawan di Gaza membagikan makanan siap santap bagi anak-anak yatim dan anggota keluarga martir di Gaza. Yara Musa Abu Husain menunjukkan foto ayahnya yang syahid ketika bertugas dalam aksi Great Return March. Yara dan sejumlah anak yatim lainnya menjadi penerima manfaat Dapur Umum Indonesia, Selasa (29/10) lalu.

Kemiskinan dan kelangkaan bahan makanan menjadi salah satu alasan keluarga di Gaza tidak dapat memenuhi kebutuhan gizi anggota keluarga. Bahkan, krisis pangan menjadi ancaman perlahan bagi keluarga-keluarga di Gaza, terutama anak-anak.

Menurut Badan PBB untuk Pengungsi Palestina, lebih dari 68 persen rumah tangga di jalur Gaza, atau sekitar 1,3 juta orang bertahan dari kekurangan pangan. Data tersebut didapat dari survei terakhir Sosio Ekonomi dan Keamanan Pangan di Gaza pada 2018 lalu.

Menyadari hal itu, berkat kebaikan para dermawan, Dapur Umum Indonesia konsisten membagikan makanan siap santap bergizi tinggi bagi penduduk Gaza. Pendistribusian pangan yang berlangsung pada pekan keempat Oktober ini menyasar anak yatim, ibu tunggal, dan difabel.

Andi Noor Faradiba, dari tim Global Humanity Response (GHR)-Aksi Cepat Tanggap (ACT) menjelaskan, makanan siap santap periode ini diperuntukkan bagi 2.500 penerima manfaat. "Mereka adalah masyarakat prasejahtera, keluarga yang anggota keluarganya dipenjara oleh militer Israel dan itu bisa jadi tulang punggung keluarga. Makanan siap santap juga dibagikan kepada anggota keluarga yang kehilangan anggotanya ketika aksi Great Return March,  jemaah masjid, dan anak-anak yatim," jelas Faradiba.

Kegiatan yang berlangsung selama Kamis (27/10) sampai Sabtu (30/10) ini bekerja sama dengan Kitabisa. Kehadiran Dapur Umum Indonesia sebagai respons terhadap fakta buruknya ketahanan pangan bagi masyarakat Gaza. Sri Suroto Kepala Cabang Aksi Cepat Tanggap Jawa Tengah (ACT Jateng) menyebutkan kondisi disana, "Ambruknya ekonomi menyebabkan sebagian besar penduduk Gaza tidak memiliki lapangan pekerjaan. Keluarga-keluarga tidak mampu memenuhi gizi anak-anak mereka. Kita berikhtiar untuk mendukung keseimbangan gizi anak-anak Gaza dan menjaga mereka dari hambatan pertumbuhan," terang Suroto.

"Kami berharap, hadirnya bantuan makanan siap santap ini menjadi pengganti kehadiran kami, saudara-saudara di Indonesia. Kami berharap bantuan ini sedikit menambah sukacita bagi keluarga di Gaza yang mengalami kehilangan anggota keluarganya," lanjut Suroto.

Makanan siap santap ini juga dibagikan untuk makan malam para jemaah masjid di Gaza.

 


(Red/CN40/SM Network)