• KANAL BERITA

Budayakan Gotong Royong

Lurah Bugangan

BERDIALOG : Lurah Bugangan Sihono didampingi staf, bhabinkamtibmas dan babinsa kelurahan setempat berdialog dengan warga seusai kegiatan pembinaan dan penertiban PKL, belum lama ini. (suaramerdeka.com / Eko Fataip)
BERDIALOG : Lurah Bugangan Sihono didampingi staf, bhabinkamtibmas dan babinsa kelurahan setempat berdialog dengan warga seusai kegiatan pembinaan dan penertiban PKL, belum lama ini. (suaramerdeka.com / Eko Fataip)

MESKI  didirikan dengan modal terbatas, Paguyuban Bina Sejahtera di Kelurahan Bugangan, Kecamatan Semarang Timur, kini maju dan berkembang hingga banyak berkontribusi kepada warga, terutama dalam hal pembiayaan.

Paguyuban yang membantu anggotanya untuk menerima pinjaman lunak ini dibentuk sejak 1992. Kali pertama terbentuk, hanya beranggotakan 20 orang dengan modal awal saat itu Rp 500 ribu. Semangat para anggota untuk mengembangkan paguyuban ini pun terbukti. Sekarang, anggota yang tergabung dalam paguyuban itu mencapai ratusan orang.

Paguyuban tersebut kini mencatatkan modal hingga sekitar Rp 670 juta. Lurah Bugangan, Sihono menegaskan, berkembangnya paguyuban tersebut bukti bahwa sifat kegotongroyongan warga di Kelurahan Bugangan terbangun dengan baik.

”Keberadaan paguyuban ini sangat membantu anggotanya dalam permodalan. Sehingga mereka bisa memanfaatkan bantuan itu untuk pengembangan usaha. Budaya positif dan nilai gotong royong itu yang akan terus kami kembangkan,” kata Sihono di Kantor Kelurahan Bugangan, Jalan Citandui Selatan Nomor 30, Semarang Timur, kemarin.

Paguyuban ini sangat diapresiasi oleh Suhono. Ia menilai Paguyuban Bina Sejahtera mampu memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat. Bahkan, paguyuban ini mendidik anggotanya agar jangan sampai bersentuhan dengan rentenir. Pria kelahiran Boyolali, 16 Juli 1963 ini belum lama mengemban tugas di Kelurahan Bugangan sejak September 2019 lalu. Sebelumnya, dia bertugas sebagai sekretaris Kelurahan Rejomulyo, Semarang Timur, selama lebih kurang enam tahun.

Bank Sampah

Pada 2000 lalu, ia lebih dulu bertugas di Kelurahan Kebonagung selama empat tahun. Setelahnya, bertugas sebagai Kasi Pembangunan Kelurahan Rejosari, sekitar tiga tahun. ”Kelembagaan di sini cukup aktif, seperti LPMK, FKK, PKK. Kegiatannya aktif, administrasinya juga tertib. Tahun depan kami berencana menggalakkan bank sampah, paling tidak setiap RWdan masingmasing RTmempunyai bank sampah,” kata ayah Rinta Yuniana (27) dan Erisal Adhi Nugroho (23) ini.

Kelurahan Bugangan juga siap mendukung program pemerintah kota berkenaan dengan penghijauan. Tahun ini ia mulai menggerakkan warga untuk bersamasama merawat taman. Taman itu berada di sisi timur Kali Banger atau di Jalan Citandui Selatan. Rencananya akan diperbaiki dan dibangun sarana tambahan berupa pipanisasi.

”Setelah ada pipa-pipa yang terhubung, penyiraman akan otomatis, tidak dilakukan oleh tenaga manusia seperti yang selama ini dilakukan. Kami bersama LPMK sudah punya komitmen bersama untuk memperbaiki dan merawatnya,” tandas pria yang tinggal di Tandang, Kecamatan Tembalang itu.

Gagasan tersebut dia yakini akan segera terealiasai, jika sifat gotong royong masyarakat bisa terus terjaga. Apalagi, anggaran program tersebut lebih dominan dari swadaya masyarakat. ”Fokus kami sementara memang penataan ruang terbuka hijau. Untuk penanaman tanaman secara swadaya dari masyarakat dan dibantu dinas terkait. Nantinya setiap RT secara bertahap bisa memberi kontribusi berupa tanaman,” papar Sihono.

Dengan dukungan dan komitmen masyarakat, Sihono meyakini kelurahan ini bisa lebih baik, termasuk dalam hal perokonomian warga. Dia mendorong warga agar mampu mandiri dan tidak selalu bergantung pada bantuan pemerintah. ”Pekerjaan awal masih pembinaan kepada para PKL, karena sebagian dari mereka ada yang memanfaatkan ruang publik untuk kegiatan usaha mereka. Hal semacam ini perlu kami sosialisasikan agar mereka lebih sadar tentang pentingnya ruang terbuka,” ujarnya.


(Eko Fataip/CN26/SM Network)