• KANAL BERITA

Menghargai Keberagaman dan Perbedaan

Foto: suaramerdeka.com / dok
Foto: suaramerdeka.com / dok

SETIAP  manusia yang lahir ke dunia selalu mempunyai perbedaan dengan yang lain. Baik itu berbedaan fisik, suku, agama ,sosial ekonomi, maupun perbedaan yang menyangkut ide, pikiran, gagasan, kesukaan dan sebagainya. Intinya perbedaan adalah suatu hal yang niscaya, dan sudah merupakan sunnatullah. Tidak ada dua orang yang sama persis, bahkan orang yang terlahir kembar sekalipun tentu mempunyai perbedaan.

Karena itulah maka yang terpenting bagi kita adalah bagaimana kita menyikapi adanya perbedaan di antara kita, di dalam masyarakat kita.  Dalam Hal ini Allah berfirman dalam  Surat al Hujurat ayat 13. Yang Artinya, “Hai manusia, sesungguhnya telah aku ciptakan  kamu terdiri dari laki-laki dan perempuan, dan dijadikannya kamu bersuku suku dan berbangsa –bangsa agar supaya kamu saling mengenal ( saling memahami). Sesungguhnya yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah adalah yang paling bertaqwa”.

Dalam ayat ini jelas ditegaskan oleh Allah bahwa perbedaan itu sunnatullah, yang kemudian Allah perintahkan untuk saling mengenal, saling memahami, karena bagi Allah derajat yang paling mulia di sisi-Nya adalah karena takwanya.  Juga beberapa Hadits Nabi yang menunjukkan adanya pesamaan berajat antar manusia yang tertinggi derajatnya adalah yang paling bertakwa. “ Tidak lebih mulia orang Arab dari orang non Arab (‘ajam) kecuali karena Taqwanya.

Sesuai dengan tuntunan Allah dan Rasulnya, bagaimana menghargai berbedaan dan keragaman diantara kita? Marilah kita lihat Negara Indonesia yang kta cintai bersama ini terdapat banyak pulau, lautan terbentang luas, berbagai suku, agama, bahasa, budaya yang berbeda-beda. Keragaman yang ada dalam Negara kita merupakan modal dan sumber daya yang dapat dikembangkan untuk kemajuan pembangunan bangsa Indonesia.

Berbagai perbedaan harus dapat kita sikapi dengan arif bijaksana. Sebaliknya apabila perbedaan yang ada kita sikapi dengan salah, maka yang terjadi adalah perseteruan, tawuran antar suku, ras ,agama, merebaknya penghinaan, kekerasan, pelecehan dan hal yang buruk lainnya yang kontra produktif bagi pembangunan bangsa.

Upaya apa yang dapat kita lakukan agar kita dapat saling menghargai dan menghormati perbedaan?

 Penting sekali bagi kita utamanya generasi muda untuk memahami karakter lintas budaya. Dengan memahami masing masing keragaman nudaya, maka kita akan memahami dan dapat bersikap saling menghardai dan saling menghormati meskipun berbeda.  Apabila kita sdudah bisa mengharhai maka tentu kita akan menjumpai keberagaman yang masing-masing punya keunikan sendiri-sendiri.

Terlebih lagi apabila kita dapat mempelajari kelebihan dan kekurangan masing-masing, maka kita akan dapat menghargainya. Apabila kita menghargai perbedaan, maka kita akan menemukan keunikan masing-masing yang  merupakan kelebihan yang bisa dibanggakan.

Sikap saling menghagai ini perlu ditekankan disosialisasikan kepada masyarakat utamanya remaja, karena watak remaja masih labil, emosional, sehingga mudah sekali terprovokasi dan melakukan tindakan yang merugikan.Untuk itu remaja harus dilatih umtuk dapat mengendalikan emosi, tidak mudah terpengaruh, terprovokasi, apabila menjumpai suatu perilaku yang berbeda  atau menyinggung perasaan.

Apabila mendapati hal yang tidak nerkenan atau kurang tepat, hendaknya remaja,  mengedepankan pikiran rasional, serta lebih bersikap bijaksana dengan melihat sebab sebab dan latar belakang  permasalaham terdahulu.  Menggunakan bahasa yang santun, daripada bahasa yang mengandung kekerasan adalah upaya kita menangani  memberi contoh meminimalisir  adanya nasalah yang lebih kompleks.

Sebagai sebuah Negara yang berdasar Pancasila, merupakan satu kehormatan apabila  kita   dapat menghargai, menghormati perbedaan yang yang ada, sehingga bisa hidup berdampingan dengan damai sejahtera. Marilah bersama sama menyadari  sebagai bagian dari komponen bangsa untuk selalu menggunakan bahasa yang santun, yang menyejukkan daripada bahasa yang prociokatif yang menimnulkan suasana panas penuh permusuhan. Marilah kita mulai dari diri kita sendiri, saat ini dan di sini. Wallahu a’lam bishhawab.

Dr. Ummul Baroroh, Mag. Sekretaris MUI Jawa Tengah.


(Red/CN26/SM Network)

Berita Terkait
Tirto.ID
Loading...
Komentar