• KANAL BERITA

Sopo Weruh Ing Panuju Sasat Sugih Pager Wesi

Foto: suaramerdeka.com / dok
Foto: suaramerdeka.com / dok

TERJEMAH pitutur di atas  adalah "barang siapa melihat tujuan hidupnya, maka seakan ia memiliki banyak pagar besi"  Kebanyakan orang bila ditanya apakah tujuan hidupnya, mereka akan menjawab ingin menjadi orang yang berbahagia dengan berbagai cara atau jalur atau profesi .

Ada yang ingin menjadi pejabat, ada yang ingin menjadi pengusaha sukses dan berbagai profesi lain. Sebagian menjawab ingin menjadi "orang" artinya menjadi orang yang terpandang, baik karena hartanya banyak maupun karena menduduki posisi yang terhormat. Ada orang yang ingin hidupnya bermanfaat bagi orang banyak, tetapi ada juga yang tidak tahu apa tujuan hidupnya.

Tujuan hidup sebenarnya adalah titik akhir atau harapan yang ingin dicapai dengan berbagai upaya yang dilakukannya. Dari contoh-contoh yang dikemukakan di atas insyaallah yang paling disetujui oleh kebanyakan adalah agar hidupnya memberi manfaat bagi orang lain. Dengan tujuan hidup seperti ini, orang akan jauh dari menonjolkan kepentingan pribadi. Hatinya akan senang bila dapat membahagiakan orang lain.

Tak ada keinginan untuk membuat orang lain susah, atau terluka oleh perkataan atau perbuatannya, apalagi memusuhinya. Kita pernah membaca sebuah iklan yang berbunyi "yang penting happy" . Dalam konteks pitutur ini,  happy atau kesenangan disini adalah senang bila bisa membuat orang lain senang. Dan sudah menjadi hukum alam atau sunnatullah bahwa orang yang senang membuat orang lain senang akan disenangi banyak orang.

Lantas nasibnya sendiri bagaimana. Oh tak perlu khawatir, perbuatan baik kepada orang lain pasti akan bermanfaat bagi dirinya. Buah kebaikan itu pasti akan juga sampai kepada dirinya. Selain itu baginya tak perlu pengamanan  yang ketat (pagar besi) untuk menjaga keselamatan dirinya, bahkan orang akan berbondong- bondong datang kepadanya untuk bersalaman malahan ingin mencium tangannya atau berselfie untuk mendapatkan foto yang akan dibanggakan kepada orang lain.

Dan ketika wafat orang akan berebut memikul jenazahnya. Nah bagus bukan ? Maka pmari jadikan bermanfaat bagi orang lain sebagai tujuan hidup kita, dan kita wujudkan sesuai kemampuan kita.  Nabi saw bersabda yang artinya : "sebaik-baik manusia adalah mereka yang paling bermanfaat bagi orang lain" (Hadis riwayat At Thabrani dari Ibnu Umar)  Dan firman Allah dalam S.17 Al Isra' ayat 7 yang artinya : "Jika kalian berbuat baik, maka (itu sama artinya) kalian berbuat baik untuk diri kalian sendiri"

Dr KH Ahmad Darodji MSi, Ketua Umum MUI Jawa Tengah


(Red/CN26/SM Network)

Berita Terkait
Tirto.ID
Loading...
Komentar