• KANAL BERITA

Warga Pamotan Keluhkan Pengelolaan Sampah Pasar

TAK TERTATA: Tokoh Desa Pamotan, Ahmad Masykur Rukhani mengecek langsung keberadaan sampah limbah rumah tangga dan pedagang di Pasar Pamotan yang tidak tertata secara baik. (suaramerdeka.com/Ilyas al-Musthofa)
TAK TERTATA: Tokoh Desa Pamotan, Ahmad Masykur Rukhani mengecek langsung keberadaan sampah limbah rumah tangga dan pedagang di Pasar Pamotan yang tidak tertata secara baik. (suaramerdeka.com/Ilyas al-Musthofa)

REMBANG, suaramerdeka.com – Warga dan pedagang di Pasar Pamotan mengeluhkan pengelolaan sampah yang ditempatkan di pojok belakang pasar. Pasalnya, pengelolaan sampah dianggap tidak tertata dengan baik sehingga dampak bau menyengat mengganggu pedagang dan lingkungan.

Pantauan Suara Merdeka, Rabu (30/10), sampah yang ditempatkan di kontainer khusus kondisinya penuh. Tumpahan sampah berserakan di area yang memang dikondisikan untuk limbah pedagang tersebut. Aroma menyengat jelas terasa di kawasan tersebut.

Menurut seorang pedagang ayam, Subaedi, yang dikeluhkan pedagang adalah pengambilan sampah yang kerap telat. Rata-rata, tumpukan sampah di pasar diambil oleh dinas terkait dua kali dalam sepekan. Kondisi itu membuat sampah menjadi tidak terkelola dengan baik dan menimbulkan dampak bau tidak sedap.

“Sampah-sampah itu sebagian dan pedagang dan masyarakat. Kondisinya merugikan pedagang, lantaran setiap hari tercipta aroma yang tidak mengenakan. Sampah itu rata-rata diambil dua kali dalam sepekan,” papar dia.

Ia berharap, problematika sampah yang sudah berlangsung cukup lama ini bisa segera diatasi. Pihak terkait diminta untuk bisa melakukan pengambilan sampah setiap hari sehingga tidak menimbulkan aroma busuk.

Hal senada dikatakan pedagang lainnya, Abdul Hasan. Menurut pedagang kelapa ini, seharusnya tumpukan sampah sudah dibersihkan oleh petugas terkait pada sore hari. Sehingga, kondisi lingkungan pasar bersih dan tidak bau.

Tokoh masyarakat Desa Pamotan, Ahmad Masykur Rukhani menyatakan, banyak menerima keluhan soal sampah di pasar dari masyarakat. Ia pun berinisiatif mengecek langsung kondisi sampah di pasar.

“Saya banyak menerima keluhan dari warga. Setelah saya cek, memang kondisinya memprihatinkan. Saya akan meminta dinas terkait untuk melakukan penanggulangan. Kasus ini sudah saya sampaikan ke bapak bupati. Saya minta sampah harus dibersihkan setiap hari, karena memberikan gangguan ke warga dan pedagang,” terang Maskur.

Sementara itu Kabid Pengelolaan Sampah Lombah P3 dan Peningkatan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Teguh Sudarsono saat dikonfirmasi menyatakan, soal sampah ditangani oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT). “Silahkan hubungi UPT Pengelolaan Sampah DLH, di sana yang tahu jadwal pengambilan sampah,” tandasnya.


(Ilyas al-Musthofa/CN39/SM Network)